Yogyakarta, BeritaSekolah.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menggelar program penguatan kepemimpinan bagi para pengelola perguruan tinggi melalui Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) 2026 Angkatan 1 Tahap 2.
Kegiatan tersebut resmi dimulai pada Rabu, 23 September 2026 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Program ini diikuti oleh sejumlah pimpinan perguruan tinggi yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pelaksanaan AKPT 2026 Tahap 2 membawa semangat “Dikti Berdampak”. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan para pemimpin perguruan tinggi dalam menyusun strategi, menjalankan perubahan organisasi, serta menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan dengan kepemimpinan akademik, strategi kelembagaan, transformasi organisasi, hingga pengelolaan perubahan.
Pembukaan AKPT 2026 di Universitas Gadjah Mada
Agenda kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta yang kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Setelah itu, rangkaian kegiatan diteruskan dengan laporan penyelenggara serta sambutan dari Rektor Universitas Gadjah Mada. Acara pembukaan juga diisi dengan sambutan dari Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco.
Memasuki agenda utama, peserta mengikuti kelas gabungan dengan tema “Eksekusi Strategi, Manajemen Perubahan, dan Transformasi Organisasi”.
Materi tersebut menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Sesi tersebut dipandu oleh Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T.
Pembahasan menitikberatkan pada pentingnya memastikan strategi dan kebijakan yang telah disusun dapat diterjemahkan menjadi program serta tindakan nyata di lingkungan perguruan tinggi.
Strategi Perguruan Tinggi Menuju Entrepreneurial University
Materi berikutnya diberikan melalui Kelas Pemimpin Perguruan Tinggi dengan pembahasan mengenai perencanaan strategis dan transformasi organisasi.
Sesi ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, yang pernah menjabat sebagai Rektor ITB periode 2015–2020 dan Rektor Universitas Trisakti periode 2023–2028.
Dalam pemaparannya, dibahas mengenai perkembangan model perguruan tinggi yang mengalami perubahan dari Teaching University, kemudian berkembang menuju Research University, hingga konsep Entrepreneurial University.
Perubahan tersebut menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menjalankan kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga membangun ekosistem inovasi yang mampu menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penguatan hilirisasi hasil riset serta pengelolaan Technology Transfer Office (TTO). Melalui mekanisme tersebut, hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi yang dapat digunakan untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.
Konsep tersebut juga mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan solusi lokal yang memiliki pengakuan lebih luas sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pentingnya Keselarasan Visi, Misi dan Rencana Strategis
Pembahasan mengenai strategi transformasi perguruan tinggi kemudian dilanjutkan melalui pemaparan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Sp.OG(K), Ph.D.
Materi tersebut dilengkapi dengan diskusi interaktif bertema “Menerjemahkan Perencanaan Strategis Menjadi Transformasi Perguruan Tinggi yang Berdampak”.
Diskusi dipandu oleh Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng.
Dalam sesi tersebut, peserta membahas pentingnya keterhubungan antara visi, misi, rencana strategis atau Renstra, hingga rencana operasional tahunan atau Renop.
Keselarasan setiap tahapan perencanaan dinilai penting agar strategi yang telah ditetapkan tidak berhenti pada dokumen, tetapi dapat diterapkan melalui berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perguruan tinggi.
Pembahasan juga mempertimbangkan dinamika pengelolaan perguruan tinggi, termasuk tantangan yang muncul dalam pelaksanaan otonomi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Kepemimpinan Akademik Jadi Bagian Penting Transformasi
Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh materi mengenai Academic Leadership atau kepemimpinan akademik.
Materi tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Berkualitas, Katiman, SE., MPP., MPA., PhD.
Pembahasan menyoroti posisi penting pemimpin akademik dalam mengarahkan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan aspek struktural, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dalam menjaga integritas dan memastikan perguruan tinggi tetap relevan terhadap perkembangan zaman.
Perubahan teknologi, perkembangan kebutuhan dunia kerja, serta tantangan lingkungan dan perubahan iklim menjadi sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan pendidikan tinggi.
Karena itu, pemimpin perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus mampu mengarahkan institusinya menghadapi perubahan secara terencana.
Peserta Bahas Tantangan Transformasi Perguruan Tinggi
Rangkaian kegiatan hari pertama kemudian dilanjutkan melalui Executive Group Discussion (EGD) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.
Forum tersebut menjadi ruang bagi para pimpinan perguruan tinggi untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi dalam proses transformasi institusi.
Sejumlah tantangan yang menjadi bahan pembahasan antara lain resistensi terhadap perubahan di lingkungan internal, keterbatasan regulasi, persoalan sumber daya manusia, serta budaya kolaborasi yang masih perlu diperkuat.
Peserta juga didorong untuk merumuskan pendekatan dan solusi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi masing-masing perguruan tinggi.
Transformasi kemudian dibahas melalui beberapa aspek utama, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, bidang akademik, kelembagaan, hingga tata kelola perguruan tinggi.
Ditutup dengan University Excellence Showcase dan Campus Tour
Sebagai penutup rangkaian hari pertama, peserta mengikuti agenda University Excellence Showcase & Campus Tour di lingkungan Universitas Gadjah Mada.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat berbagai praktik dan keunggulan yang dikembangkan di lingkungan kampus UGM.
Melalui pelaksanaan AKPT 2026 Angkatan 1 Tahap 2, Kemdiktisaintek mendorong lahirnya pemimpin perguruan tinggi yang memiliki kemampuan strategis, adaptif terhadap perubahan, serta mampu mengimplementasikan transformasi secara nyata.
Program ini diharapkan dapat memperkuat peran pimpinan perguruan tinggi sebagai penggerak perubahan sehingga pengembangan pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian internal institusi, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.
![]()















