Banner Sidebar
Banner Sidebar

Kemdiktisaintek Dukung Pembentukan BPGMN, Libatkan Kampus dan Laboratorium

Kemdiktisaintek menyiapkan dukungan perguruan tinggi dan laboratorium di enam provinsi untuk mendukung pembentukan BPGMN dan pengelolaan gambut serta mangrove. (Dok : Kemendiktisaintek)
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Jakarta, BeritaSekolah.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan dukungan dari perguruan tinggi serta laboratorium di sejumlah daerah untuk membantu rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Pembahasan mengenai dukungan tersebut dilakukan dalam Workshop Pembentukan BPGMN yang berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kamis (1/10).

Melalui rencana tersebut, berbagai potensi yang dimiliki perguruan tinggi akan dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Bentuk dukungan antara lain mencakup kapasitas penelitian, fasilitas laboratorium, hingga sumber daya manusia yang tersedia di lingkungan kampus.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Selanjutnya, Kemdiktisaintek melakukan koordinasi bersama Kemenhut untuk mempersiapkan kerangka pembentukan BPGMN.

Brian mengatakan, pemerintah berharap persiapan pembentukan BPGMN dapat segera diselesaikan, setidaknya pada tahap kerangka utama. Perguruan tinggi dan laboratorium di sejumlah provinsi yang memiliki kawasan gambut dalam jumlah besar serta kondisi ekosistem yang sensitif juga disiapkan untuk memberikan dukungan.

“Memang harapannya adalah BPGMN hari ini bisa selesai dipersiapkan, atau paling tidak kerangka besarnya sudah siap. Teman-teman dari kampus-kampus di Indonesia, ataupun juga laboratorium-laboratorium di kampus-kampus di enam provinsi, terutama yang memiliki lahan gambut cukup besar dan sensitif, intinya siap membantu,” ujar Brian.

Menurut Mendiktisaintek, perguruan tinggi memiliki berbagai kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan BPGMN. Selain fasilitas laboratorium, dosen dan mahasiswa juga berpotensi dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kajian, penelitian, pengembangan pengetahuan, maupun penyediaan sumber daya manusia.

Kemdiktisaintek mencatat terdapat perguruan tinggi dan laboratorium di enam provinsi yang telah memiliki pengalaman serta kemampuan dalam bidang yang berkaitan dengan ekosistem gambut. Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan gambut dan mangrove yang mengacu pada data, hasil riset, serta karakteristik masing-masing wilayah.

Keterlibatan perguruan tinggi juga dinilai penting untuk menghubungkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan pengelolaan ekosistem di lapangan. Dengan dukungan fasilitas penelitian serta tenaga akademik, kampus dapat berkontribusi sesuai kebutuhan dalam pelaksanaan program.

Selanjutnya, Kemdiktisaintek akan berkoordinasi dengan Kemenhut untuk melakukan pemetaan terhadap bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh perguruan tinggi dan laboratorium.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan laboratorium tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan gambut dan mangrove melalui pemanfaatan hasil penelitian, data, fasilitas riset, serta sumber daya manusia dari lingkungan pendidikan tinggi.

Loading