Palu, BeritaSekolah.com – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengajak para guru meningkatkan komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan terbebas dari berbagai bentuk perundungan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Hardi, mengatakan persoalan perundungan perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Menurutnya, perundungan tidak hanya terjadi melalui tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan verbal maupun tindakan di ruang digital.
“Dulu kita mengatakan ujung lidah adalah nasib kita, sekarang ujung jari juga menentukan nasib kita. Kemajuan teknologi menuntut kita memahami mana yang bisa dibagikan dan mana yang tidak, serta mana yang benar dan hoaks,” kata Hardi di Palu, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam pola interaksi sosial masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai penggunaan teknologi dan media sosial menjadi semakin penting.
Hardi menilai kesadaran dalam menggunakan media sosial merupakan salah satu bagian penting dalam mencegah terjadinya perundungan di dunia maya atau cyberbullying.
“Tentunya kesadaran dalam menggunakan media sosial menjadi bagian penting dari upaya pencegahan perundungan di dunia maya atau cyberbullying,” ujarnya.
Upaya menciptakan sekolah yang aman dan ramah, lanjutnya, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Palu dalam membangun kota yang sehat, ramah anak, serta bersih.
Ia berharap sosialisasi mengenai pencegahan perundungan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kepedulian seluruh unsur pendidikan, mulai dari peserta didik, guru, orang tua, hingga para alumnus.
“Mari kita wujudkan lingkungan sekolah dengan suasana yang tenteram, nyaman, dan tanpa perundungan guna melahirkan generasi muda yang cerdas, terampil, serta beriman dan bertakwa,” katanya.
Dengan adanya keterlibatan bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas perundungan diharapkan dapat terus diperkuat.
![]()















