Banner Sidebar
Banner Sidebar

305 Anak Putus Sekolah di Cilegon Kembali ke Bangku Pendidikan

Sebanyak 305 Anak Putus Sekolah di Cilegon Kembali ke Bangku Pendidikan. (Foto : Cilegon)
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

CILEGON, BERITASEKOLAH.COM — Upaya Pemerintah Kota Cilegon untuk mengatasi persoalan anak putus sekolah mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 305 anak yang sebelumnya tidak melanjutkan pendidikan kini telah kembali bersekolah melalui program Gerakan Sekole Maning Lur yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon.

Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, program tersebut dirancang untuk membantu anak-anak yang terhenti pendidikannya agar dapat kembali memperoleh hak pendidikan.

Menurut Heni, proses pengembalian anak ke dunia pendidikan dilakukan melalui berbagai jalur, baik sekolah formal maupun pendidikan nonformal yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Dari pendataan yang dilakukan Dindikbud, tercatat sekitar 428 anak di Kota Cilegon mengalami putus sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 305 anak telah berhasil diarahkan kembali mengikuti kegiatan pendidikan.

Baca Juga : Putusan MK soal MBG: Perubahan Anggaran Pemerintah Harus Memenuhi Syarat

“Data yang kami miliki menunjukkan ada sekitar 428 anak yang putus sekolah. Sebanyak 305 anak sudah berhasil kami kembalikan ke sekolah dan mereka kini kembali mengikuti pendidikan,” ujar Heni seperti dikutip dari informasi Diskominfo Kota Cilegon.

Heni menjelaskan, Gerakan Sekole Maning Lur sebenarnya telah mulai dijalankan sebelum peluncuran secara resmi. Acara peluncuran program tersebut dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Dalam kegiatan tersebut, setiap kecamatan akan memilih dua siswa untuk mengikuti prosesi simbolis pengembalian anak ke pendidikan yang dilakukan bersama Wali Kota Cilegon Helldy Agustian.

Dindikbud juga telah menyiapkan sejumlah alternatif pendidikan bagi anak yang belum dapat kembali ke sekolah reguler. Salah satunya melalui pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.

“Programnya sudah berjalan. Peluncuran secara seremonial baru dilakukan pada kegiatan besok. Kami juga menyiapkan pilihan pendidikan formal dan nonformal, termasuk Paket A, B dan C bagi anak yang sebelumnya putus sekolah,” jelas Heni.

Tidak hanya itu, Dindikbud Cilegon turut memberikan perhatian kepada anak berkebutuhan khusus. Sebanyak tujuh anak berkebutuhan khusus yang sebelumnya putus sekolah akan difasilitasi untuk mengikuti pendidikan kesetaraan sesuai kebutuhan mereka.

Menurut Heni, program tersebut tidak hanya bertujuan mengembalikan anak ke sekolah, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan.

Peningkatan akses pendidikan diharapkan dapat berkontribusi terhadap kenaikan rata-rata lama sekolah masyarakat Kota Cilegon. Saat itu, indikator rata-rata lama sekolah di Cilegon berada di kisaran 13 tahun.

Heni mengatakan, Pemerintah Kota Cilegon juga tengah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program beasiswa penuh untuk jenjang sarjana. Pemkot Cilegon menargetkan rata-rata lama sekolah masyarakat dapat meningkat hingga 16 tahun sehingga semakin banyak penduduk yang menyelesaikan pendidikan minimal sampai jenjang sarjana.

Sementara itu, Sekretaris Dindikbud Kota Cilegon Humaedi mengatakan, rangkaian Gebyar Hardiknas tidak hanya diisi dengan peluncuran Gerakan Sekole Maning Lur.

Sejumlah kegiatan lain juga disiapkan, antara lain program satu pelajar satu rekening yang merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bazar UMKM, penyampaian informasi beasiswa, serta informasi mengenai perizinan sekolah.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kota Cilegon.

Loading