BANJARBARU, BERITASEKOLAH.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mendorong peningkatan kemampuan tenaga penerbangan dalam memahami informasi cuaca. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan yang digelar di Banjarbaru, Jumat (18/9/2026).
Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah Raharjo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu metode pembelajaran yang mengutamakan pengalaman langsung, praktik, serta keterlibatan aktif para peserta.
Dalam sambutan pembukaan, Achadi menjelaskan bahwa Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan dirancang untuk menghubungkan pemahaman yang diperoleh secara teori dengan situasi yang dihadapi dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diharapkan memahami berbagai konsep meteorologi, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menjalankan tugas di lingkungan penerbangan.
Baca Juga : Kabut Asap Karhutla Memburuk, Sekolah di Sampit Pulangkan Siswa Lebih Cepat
Informasi mengenai kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan penerbangan. Data meteorologi yang akurat dan kemampuan untuk menginterpretasikannya dapat membantu mendukung proses pengambilan keputusan, sekaligus menunjang keselamatan dan efisiensi operasional penerbangan.
Achadi mengatakan peserta Sekolah Lapang diharapkan semakin terampil dalam memperoleh, memahami, membaca, hingga menganalisis informasi meteorologi yang tersedia.
Selain itu, peserta juga diharapkan mampu memantau perubahan kondisi atmosfer serta mendeteksi potensi cuaca signifikan yang berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan di wilayah kerja masing-masing.
Menurut Achadi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi teknis. Sekolah Lapang juga dapat menjadi wadah bagi peserta dan para pemangku kepentingan penerbangan untuk bertukar informasi, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai kondisi meteorologi di lapangan.
Interaksi tersebut dinilai penting untuk memperluas pemahaman sekaligus membangun koordinasi yang lebih baik di antara pihak-pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan.
Achadi menekankan bahwa aspek keselamatan penerbangan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Informasi meteorologi perlu diintegrasikan dengan proses operasional karena berbagai pihak dalam industri penerbangan harus mampu berkoordinasi ketika menghadapi perubahan cuaca maupun potensi gangguan meteorologis.
BMKG juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kemampuan teknis dan profesionalisme personel penerbangan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, BMKG berharap para peserta semakin siap memanfaatkan informasi meteorologi secara tepat. Peningkatan kemampuan membaca dan menganalisis kondisi cuaca diharapkan turut mendukung keselamatan, keamanan, serta kelancaran operasional penerbangan.
![]()















