Mimika, BeritaSekolah.com – Sebanyak 20 pelajar dari sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diamankan oleh aparat kepolisian ke Kantor Sentra Pelayanan Terpadu Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, pada Senin, 28 September 2026.
Wakapolres Mimika Kompol Jai Limbong mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika Kasat Binmas Polres Mimika sedang memberikan arahan dalam kegiatan di SMA Negeri 7 Mimika sekitar pukul 08.00 WIT.
Di tengah kegiatan tersebut, terjadi aksi pelemparan dari arah luar pagar sekolah.
“Pada saat pemberian arahan, tiba-tiba terjadi pelemparan dari luar pagar. Nah, menindaklanjuti itu, Kabag Ops beserta tim mendatangi tempat kejadian, amankan lah ada anak SMA/SMK yang berjumlah kurang lebih 20 orang,” ujar Jai Limbong.
Menurut keterangan kepolisian, para pelajar yang diamankan mengakui terlibat dalam aksi pelemparan terhadap SMA Negeri 7 Mimika.
Jai menjelaskan, aksi tersebut diduga dipicu oleh saling ejek melalui sebuah akun media sosial. Informasi mengenai unggahan yang dianggap menjelekkan salah satu sekolah kemudian menyebar dan memicu reaksi antarpelajar.
“Motifnya itu sebenarnya mereka ini terprovokator, jadi diduga ada salah satu siswa membuat akun. Nah, akun ini saling menyerang dari satu ke yang lain, akhirnya dari sekolah-sekolah ini dia memberitahu bahwa SMA-nya kita dijelek-jelekkan,” jelasnya.
Dalam patroli yang dilakukan petugas, polisi juga menemukan sejumlah pelajar berada di sebuah kafe ketika jam sekolah masih berlangsung. Tiga di antaranya merupakan pelajar perempuan dan turut diamankan untuk mendapatkan pembinaan.
“Ada yang diamankan tadi anak perempuan yang bersama-sama di situ juga,” kata Jai.
Setelah diamankan, para pelajar tersebut mendapatkan pembinaan dari kepolisian. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi tindakan serupa.
Polisi kemudian menyerahkan para pelajar kepada orang tua masing-masing setelah proses pembinaan selesai.
“Tadi mereka (sudah) pulangnya sudah dengan orang tuanya,” ujar Wakapolres Mimika.
Selain pembinaan, polisi juga melakukan pemeriksaan narkoba terhadap sekitar enam pelajar. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, hasil tes yang dilakukan dinyatakan negatif.
“Tadi ada yang kita tes, tapi hasilnya negatif,” ungkap Jai.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Mimika AKP Yulius Harikatang mengatakan, pihak kepolisian berencana mendatangi sejumlah sekolah pada Selasa, 29 September 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan pembinaan secara langsung kepada sekolah-sekolah yang disebut memiliki keterkaitan dengan aksi tawuran maupun persoalan antarpelajar.
“Jadi besok kita ke sekolah yang tadi mereka ada sebut namanya terlibat tawuran dan lain-lain, itu kita ke sana kasih pembinaan,” pungkas Yulius.
Adapun pelajar yang diamankan berasal dari sejumlah sekolah, yakni SMK Harapan, SMK Negeri 1 Mimika, SMK Hermon, SMA Ebenhaezer, SMA Advent, SMK Negeri 4 Mimika, dan SMK Don Bosco.
![]()















