Banner Sidebar
Banner Sidebar

Hari Aksara Internasional ke-60 Digelar di Cilacap, Literasi Didorong Jadi Kunci Kesejahteraan Masyarakat

Puncak HAI 2026 Hadirkan Beragam Kegiatan. (Foto : Kemendikdasmen)
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Jakarta, BeritaSekolah.com – Puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-60 tingkat nasional berlangsung di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026). Mengangkat tema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya literasi di tengah perubahan zaman.

Peringatan HAI tahun ini menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Konsep literasi kini berkembang mencakup kemampuan masyarakat dalam memahami kondisi sosial, ekonomi, lingkungan, serta memanfaatkan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

Perubahan yang berlangsung cepat di berbagai bidang membuat masyarakat membutuhkan kecakapan baru. Literasi diharapkan tidak berhenti pada kemampuan memahami informasi, tetapi juga mendorong seseorang untuk mengolah pengetahuan menjadi tindakan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.

Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), I Gusti Made Ardana, yang hadir mewakili kementerian, mengatakan perkembangan sosial, ekonomi, lingkungan, dan teknologi membutuhkan pendekatan literasi yang semakin luas.

Menurut Made, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami situasi, memilih dan menyaring informasi, menggunakan teknologi secara bijaksana, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai kemampuan tersebut penting agar literasi dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan membangun kepedulian terhadap lingkungan.

“Tema Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata untuk memastikan setiap orang memperoleh kesempatan belajar, memahami lingkungan, serta menjadi pengetahuan dan kecakapan hidup untuk modal berkarya, bekerja, atau menggunakan teknologi serta meningkatkan kualitas hidup,” ujar I Gusti Made Ardana.

Pemerintah Perkuat Gerakan Literasi

Made menjelaskan, pemerintah terus menjalankan berbagai program untuk memperkuat gerakan literasi di tengah masyarakat. Sejumlah program prioritas yang didorong antara lain revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.

Penguatan juga dilakukan terhadap tata kelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Lembaga pendidikan nonformal tersebut diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kemampuan literasi dan membantu menangani persoalan anak tidak sekolah (ATS).

Cilacap dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan puncak HAI ke-60 bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya kegiatan. Keberagaman masyarakat dan kondisi wilayah Cilacap dinilai dapat menjadi contoh bagaimana literasi berperan dalam membangun kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta mendukung peningkatan kesejahteraan.

Salah satu tantangan yang disoroti adalah penggunaan internet. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 75,09 persen penduduk Cilacap berusia lima tahun ke atas telah menggunakan internet.

Dengan kondisi tersebut, tantangan literasi di Cilacap tidak lagi hanya berkaitan dengan ketersediaan akses internet. Masyarakat juga membutuhkan kecakapan digital agar teknologi dapat digunakan secara aman, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial.

Literasi Harus Menjangkau Semua Kelompok

Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Annisa Fabriana yang mewakili Bupati Cilacap mengatakan literasi harus dikembangkan menjadi gerakan bersama dan tidak berhenti pada kemampuan individu.

Menurut Annisa, budaya literasi perlu mendorong masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Pada saat yang sama, literasi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membuka peluang peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

“Oleh karena itu, gerakan literasi perlu hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjangkau semua kelompok usia, menjangkau berbagai daerah, baik di perkotaan maupun di pedesaan,” ujar Annisa.

Pemerintah Kabupaten Cilacap, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satu upayanya dilakukan dengan membangun lingkungan belajar yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Peringatan HAI ke-60 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Cilacap.

Puncak HAI 2026 Hadirkan Beragam Kegiatan

Puncak peringatan Hari Aksara Internasional 2026 di Cilacap diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pegiat literasi.

Sejumlah agenda yang digelar antara lain talkshow literasi dengan pembahasan isu strategis, pameran, kegiatan edukatif, Jumpa Pegiat Literasi, hingga pemberian apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, DPW Forum Komunikasi Pusat Belajar Masyarakat Provinsi Jawa Tengah, PKBM, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), lembaga kursus, organisasi mitra, keluarga, komunitas, dunia usaha dan dunia industri.

Kolaborasi juga melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Cilacap serta para pegiat literasi.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan literasi. Melalui kolaborasi yang lebih luas, literasi diharapkan dapat semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kecakapan untuk menghadapi perubahan, memanfaatkan teknologi, menjaga lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup.

Loading