PARIAMAN, BeritaSekolah.com – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengambil langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah tersebut. Wali Kota Pariaman Yota Balad mengimbau seluruh sekolah untuk mengurangi aktivitas pembelajaran di luar ruangan demi menjaga kesehatan para siswa.
Yota Balad menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Namun, sekolah diminta menyesuaikan sejumlah aktivitas yang berpotensi meningkatkan paparan asap, terutama kegiatan yang dilakukan di luar kelas.
“Proses pembelajaran tetap berlangsung, tetapi untuk sementara kegiatan di luar ruangan, termasuk olahraga, sebaiknya ditiadakan. Pembelajaran dapat lebih banyak dilakukan di dalam kelas,” ujar Yota Balad ketika membagikan masker sekaligus memantau kondisi siswa di SD Negeri 19 Kampungbaru Pariaman, Jumat.
Menurutnya, kondisi kabut asap yang terjadi saat ini belum berada pada level yang sangat membahayakan. Meski demikian, pemerintah daerah memilih melakukan tindakan pencegahan sejak dini, khususnya terhadap anak-anak yang termasuk kelompok rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.
Baca Juga : Dampak Kelangkaan BBM, Sekolah di Sulsel Terapkan Pembelajaran Daring Selama Sepekan
Yota juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker selama beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak, pelajar, serta kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat pencemaran udara.
Penggunaan masker, baik masker medis maupun masker berbahan kain, dinilai dapat membantu mengurangi masuknya partikel asap ke saluran pernapasan. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu menekan risiko munculnya gangguan kesehatan selama kualitas udara belum kembali normal.
Pemkot Pariaman juga akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara. Apabila terjadi penurunan kualitas udara yang signifikan, pemerintah daerah akan menyiapkan langkah lanjutan untuk melindungi masyarakat.
Kabut Asap Diduga Dampak Karhutla di Daerah Sekitar
Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, kabut asap yang menyelimuti Pariaman diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah sekitar, termasuk Riau dan Dharmasraya.
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Jumat pagi berada di angka 84. Angka tersebut masuk dalam kategori sedang.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan sehari sebelumnya ketika ISPU tercatat mencapai 112, yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok rentan.
Sementara itu, angka ISPU tertinggi dalam beberapa hari terakhir tercatat pada Senin (7/9), yakni mencapai 124. Kondisi tersebut juga masuk kategori tidak sehat bagi kelompok rentan.
Pemkot Pariaman Bagikan Masker kepada Siswa
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Pemerintah Kota Pariaman sebelumnya telah membagikan masker kepada para siswa di sejumlah sekolah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan awal terhadap kesehatan anak-anak di tengah paparan kabut asap.
Yota Balad menjelaskan bahwa pembagian masker ditujukan untuk membantu mencegah siswa mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang menurun, terutama penyakit yang menyerang saluran pernapasan.
“Aksi pembagian masker ini merupakan bentuk perlindungan dini bagi kesehatan siswa agar mereka tidak mudah terpapar gangguan saluran pernapasan ketika beraktivitas di lingkungan sekolah,” kata Yota.
Pemkot Pariaman berharap sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat bersama-sama memperhatikan kondisi kesehatan anak selama kabut asap masih terjadi. Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dan pemantauan kondisi kesehatan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko akibat paparan udara tercemar.
![]()















