Banner Sidebar
Banner Sidebar

Pemkot Cilegon Mulai Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk 104 Ribu Pelajar

Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi 104.406 pelajar usia 7–17 tahun untuk mendeteksi penyakit sejak dini. (Dok : Cilegon)
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

CILEGON, BeritaSekolah.com — Pemerintah Kota Cilegon resmi memulai Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi anak sekolah. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kesehatan peserta didik sekaligus mempersiapkan generasi sehat untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Peluncuran program berlangsung di MAN 2 Cilegon pada Rabu, 6 Agustus 2025. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi para siswa di wilayah Kota Cilegon.

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini ditujukan bagi anak usia 7 hingga 17 tahun yang sedang mengikuti pendidikan formal maupun nonformal. Sasaran program mencakup siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, termasuk anak-anak yang menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Secara keseluruhan, terdapat 104.406 siswa di Kota Cilegon yang menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan. Jumlah tersebut terdiri atas 55.450 siswa jenjang SD/MI, sebanyak 24.806 siswa SMP/MTs, serta 24.150 siswa tingkat SMA/MA/SMK.

Pemeriksaan kesehatan direncanakan berlangsung satu kali setiap tahun pada awal tahun ajaran baru. Pelaksanaannya dijadwalkan dalam periode Juni hingga Desember.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik.

Menurut Robinsar, kondisi kesehatan menjadi salah satu dasar penting dalam membentuk generasi yang mampu berkembang dan bersaing pada masa mendatang. Karena itu, pemeriksaan kesehatan sejak usia sekolah dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan anak secara lebih awal.

“Langkah ini merupakan upaya konkret kita untuk memastikan anak-anak di Cilegon tumbuh sehat, kuat dan siap bersaing di masa mendatang. Ini juga sebagai bentuk persiapan kita untuk menuju Indonesia Emas 2045 yang dimulai dari kesehatan,” ujar Robinsar.

Ia juga mengajak para pelajar di Kota Cilegon untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diminta tidak mengabaikan aktivitas fisik dan menjaga pola makan agar dapat mengurangi risiko berbagai penyakit.

Robinsar mengingatkan bahwa sejumlah penyakit yang sebelumnya lebih banyak dikaitkan dengan orang dewasa kini juga dapat dialami oleh anak-anak. Salah satu contoh yang disebutkannya adalah diabetes.

“Saya minta anak-anak di Cilegon ini mulai peduli dengan kesehatan. Jangan malas olahraga, makan juga harus dijaga sebab sekarang banyak penyakit yang menyerang anak-anak, contohnya diabetes saat ini bukan hanya penyakit orang dewasa saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Ratih Purnamasari menjelaskan bahwa Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi anak sekolah merupakan bagian dari program nasional. Pemeriksaan tersebut salah satunya ditujukan untuk menemukan lebih awal adanya potensi gangguan kesehatan maupun penyakit pada anak.

Menurut Ratih, deteksi dini penting dilakukan agar kondisi pra-penyakit maupun penyakit yang ditemukan dapat segera memperoleh penanganan. Dengan demikian, risiko kondisi kesehatan yang semakin berat, komplikasi, kecacatan, hingga kematian dapat ditekan.

“Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi pra-penyakit maupun penyakit yang mungkin ada sejak dini, sehingga bisa ditangani secepatnya dan mencegah risiko komplikasi, kecacatan, bahkan kematian,” ungkap Ratih.

Jenis pemeriksaan dalam program tersebut akan disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan masing-masing peserta didik. Khusus siswa SMA sederajat, pemeriksaan meliputi sejumlah aspek kesehatan, mulai dari status gizi, aktivitas fisik, tekanan darah, kadar gula darah, hingga pemeriksaan terkait tuberkulosis (TBC) dan anemia.

Selain itu, pemeriksaan juga mencakup kesehatan telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa, hati, serta kesehatan reproduksi. Penyesuaian jenis pemeriksaan dilakukan agar kondisi kesehatan siswa dapat diketahui secara lebih menyeluruh sesuai kebutuhan pada setiap jenjang pendidikan.

Ratih berharap pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis dapat membantu memastikan anak-anak di Kota Cilegon berada dalam kondisi kesehatan yang baik, baik secara fisik maupun mental.

“Pemeriksaan disesuaikan dengan jenjang sekolah. Untuk tingkat SMA, meliputi gizi, tekanan darah, gula darah, TBC, anemia, hingga kesehatan reproduksi. Semoga dengan adanya program ini anak-anak di Kota Cilegon dapat tumbuh dengan kondisi fisik dan mental yang optimal sehingga mampu menjadi bagian dari generasi emas yang diharapkan,” pungkasnya.

Loading