Banner Sidebar
Banner Sidebar

Disdik Kediri Siapkan Tiga Skenario Sekolah Lima Hari, Hasil Survei Jadi Pertimbangan

Nasib Sekolah Lima Hari di Kediri Belum Diputuskan, Disdik Siapkan Tiga Opsi.
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Jakarta, BeritaSekolah.com – Rencana penerapan sistem lima hari sekolah di Kabupaten Kediri masih dalam tahap pembahasan. Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri belum mengambil keputusan final karena masih mengolah hasil kajian serta masukan dari masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga kemungkinan yang nantinya akan disampaikan kepada pimpinan daerah.

Tiga pilihan tersebut meliputi tidak melanjutkan rencana penerapan lima hari sekolah, menerapkannya secara langsung, atau melakukan uji coba terlebih dahulu di sejumlah sekolah.

Menurut Muhsin, alternatif tersebut disusun berdasarkan hasil kajian internal dan berbagai aspirasi yang telah diterima dari masyarakat.

“Nanti akan kami sampaikan beberapa alternatif berdasarkan kajian dan pendapat publik. Bisa saja tidak jadi diterapkan, langsung dilaksanakan, atau terlebih dahulu dilakukan uji coba,” ujarnya.

Disdik Kediri Survei Siswa dan Orang Tua

Dalam proses penyusunan kajian, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tidak hanya mengumpulkan pendapat dari berbagai pihak, tetapi juga melakukan survei kepada siswa dan orang tua.

Hasil survei tersebut menjadi bagian dari bahan laporan yang nantinya diserahkan kepada pimpinan daerah. Data yang dikumpulkan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan dan kemungkinan dampak perubahan jadwal sekolah.

Muhsin mengatakan hasil kajian, masukan masyarakat, serta survei terhadap siswa dan orang tua akan dilampirkan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

Apabila nantinya pilihan uji coba yang diputuskan, pelaksanaannya juga tidak serta-merta diberlakukan di semua sekolah.

Kondisi dan kesiapan setiap satuan pendidikan akan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan. Sekolah yang dianggap telah siap dapat menjadi lokasi awal untuk menjalankan program percobaan tersebut.

Jadwal Mengaji Siswa Ikut Menjadi Perhatian

Salah satu hal yang turut dikaji adalah aktivitas keagamaan siswa di luar sekolah, khususnya kegiatan mengaji yang selama ini dilakukan di lingkungan tempat tinggal.

Sejumlah organisasi masyarakat sebelumnya menyampaikan kekhawatiran bahwa penerapan sekolah hingga sore hari dapat memengaruhi aktivitas mengaji siswa. Waktu belajar yang lebih panjang dikhawatirkan membuat sebagian anak merasa lelah dan tidak lagi memiliki cukup waktu untuk mengikuti kegiatan keagamaan.

Dinas Pendidikan kemudian melakukan pendataan mengenai siswa yang mengikuti kegiatan mengaji beserta waktu pelaksanaannya.

Hasil sementara menunjukkan adanya perbedaan jadwal berdasarkan jenjang pendidikan. Sebagian siswa SMP umumnya mengikuti kegiatan mengaji setelah salat Magrib. Sementara itu, jadwal mengaji siswa SD lebih bervariasi, termasuk pada sekitar pukul 15.00, 16.00, hingga 17.00 WIB.

Perbedaan tersebut masih akan dianalisis untuk mengetahui apakah perubahan jam sekolah nantinya dapat berdampak terhadap kegiatan mengaji siswa.

Kondisi tersebut terutama menjadi perhatian bagi siswa kelas rendah yang sebagian mengikuti kegiatan mengaji pada siang atau sore hari.

Ada Opsi Menyediakan Guru Ngaji di Sekolah

Sebagai salah satu solusi, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri juga mempertimbangkan penyediaan guru ngaji di lingkungan sekolah.

Konsep tersebut diharapkan dapat membantu siswa tetap memperoleh layanan pendidikan keagamaan apabila jadwal sekolah mengalami perubahan.

Guru yang nantinya dilibatkan dapat berasal dari tenaga pengajar baru maupun guru ngaji yang selama ini telah mendapatkan bisyaroh. Mekanisme dan kebutuhan tenaga pengajar masih dalam tahap pembahasan.

Dinas Pendidikan juga perlu menghitung jumlah tenaga yang dibutuhkan karena ketersediaan guru agama di sekolah belum tentu sebanding dengan kebutuhan seluruh siswa.

Data mengenai siswa yang sudah mengikuti kegiatan mengaji dan mereka yang belum mendapatkan layanan tersebut telah mulai dihimpun. Data ini akan digunakan untuk menentukan pola layanan pendidikan agama apabila sistem lima hari sekolah benar-benar diterapkan.

Selain kegiatan mengaji, penguatan pembiasaan keagamaan melalui konsep sekolah berbudaya religi juga akan tetap dikembangkan.

Program tersebut diharapkan tetap menjadi bagian dari layanan pendidikan bagi siswa, terlepas dari jumlah hari sekolah yang nantinya diberlakukan.

Pendidikan Agama Harus Menjangkau Semua Siswa

Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri juga menegaskan bahwa layanan pendidikan agama di sekolah harus diberikan kepada seluruh peserta didik sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Dengan demikian, pembahasan mengenai kegiatan mengaji tidak hanya berkaitan dengan siswa Muslim. Peserta didik yang memeluk agama lain juga tetap harus memperoleh pembelajaran serta layanan keagamaan sesuai keyakinannya.

Prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan layanan pendidikan di sekolah agar seluruh siswa memperoleh hak pendidikan agama secara proporsional.

Belum Ada Kepastian Kapan Lima Hari Sekolah Diterapkan

Sampai saat ini belum ada jadwal pasti mengenai kapan sistem lima hari sekolah akan mulai diterapkan di Kabupaten Kediri.

Dinas Pendidikan masih melakukan pembahasan dengan mempertimbangkan hasil kajian, kesiapan sekolah, kondisi siswa, serta masukan masyarakat.

Muhsin menyebut belum ada target waktu khusus untuk penerapan kebijakan tersebut. Pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk melakukan berbagai persiapan dan mencari solusi terhadap sejumlah persoalan yang mungkin muncul.

Dengan demikian, tiga skenario yang disiapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri masih menjadi bahan pembahasan. Keputusan mengenai apakah sistem lima hari sekolah akan dihentikan, diterapkan langsung, atau terlebih dahulu diuji coba masih menunggu keputusan pimpinan daerah.

Hasil kajian dan komunikasi dengan berbagai pihak akan menjadi bagian dari pertimbangan sebelum kebijakan tersebut ditetapkan.

Loading