Banner Sidebar
Banner Sidebar

Revitalisasi 61 Sekolah di Kebumen Dorong Kualitas Pendidikan

Revitalisasi 61 Sekolah di Kebumen Dorong Kualitas Pendidikan
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Jakarta, BeritaSekolah.com – Lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan mampu mendukung perkembangan karakter menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena itu, program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tidak hanya berfokus pada perbaikan fasilitas sekolah.

Program tersebut juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendukung perkembangan kompetensi serta karakter peserta didik.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menekankan pentingnya membangun kemampuan anak secara menyeluruh di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Hal tersebut disampaikannya ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kegiatan di Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Kamis (1/10), Fajar menyampaikan bahwa peningkatan kualitas fasilitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan mental dan daya juang peserta didik.

Menurut Fajar, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik dengan kemampuan akademik. Anak-anak juga perlu memiliki karakter serta kompetensi yang relevan dengan perubahan zaman.

“Yang dilatih di dunia pendidikan bukan semata-mata kemampuan kognitif, tetapi karakter dan kompetensi. Ketika kecerdasan buatan sekarang sudah melesat jauh, maka yang penting adalah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi,” ujar Fajar.

61 Satuan Pendidikan di Kebumen Direvitalisasi

Di Kabupaten Kebumen, program revitalisasi telah menyasar 61 satuan pendidikan. Hasil revitalisasi tersebut sebelumnya telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, pada 26 Januari 2026.

Total nilai bantuan untuk revitalisasi 61 satuan pendidikan tersebut mencapai Rp31,85 miliar.

Program itu mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah. Rinciannya terdiri atas 33 Sekolah Dasar (SD), 14 SMP, 5 TK/PAUD, 4 SMK, dan 3 SMA.

Selain sekolah formal, pemerintah juga melakukan pembenahan pada sektor pendidikan nonformal. Dua satuan pendidikan nonformal yang turut mendapatkan revitalisasi adalah 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan 1 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Dukungan Tidak Hanya Berupa Perbaikan Gedung

Peningkatan kualitas satuan pendidikan di Kebumen tidak berhenti pada pembangunan maupun perbaikan fisik. Sejumlah sekolah juga memperoleh dukungan melalui berbagai program prioritas pemerintah.

Dukungan tersebut antara lain mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), serta perangkat laptop.

Berbagai intervensi tersebut diharapkan dapat berjalan secara beriringan sehingga lingkungan pendidikan tidak hanya memiliki fasilitas yang lebih baik, tetapi juga mampu menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.

Fajar Riza Ul Haq juga mengingatkan bahwa peningkatan fasilitas pendidikan harus dibarengi dengan pembentukan budaya belajar yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan.

Para peserta didik, menurutnya, perlu memiliki kebiasaan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja.

“Jadilah pembelajar sepanjang hayat. Dunia kerja akan berubah karena itu karakter dan kompetensi harus menjadi bekal untuk terus beradaptasi,” pesan Fajar.

Pemkab Kebumen Apresiasi Dukungan Pemerintah

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.

Ia menilai perbaikan sarana pendidikan akan memberikan manfaat langsung bagi peserta didik. Dengan kondisi ruang belajar yang semakin baik, anak-anak di berbagai wilayah Kebumen, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan, dapat mengikuti kegiatan pendidikan dengan lebih aman dan nyaman.

“Ketika pemerintah pusat dan daerah berjalan searah, upaya meningkatkan kualitas pendidikan akan lebih cepat dan jangkauannya semakin luas,” ujar Lilis.

Menurut Lilis, peningkatan kualitas pendidikan tersebut berlangsung seiring dengan perkembangan sejumlah indikator pendidikan di Kabupaten Kebumen.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kebumen, Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk kelompok usia 7–12 tahun mencapai 99,73 persen, sementara APS kelompok usia 13–15 tahun berada di angka 98,56 persen.

Dari sisi capaian pembelajaran, nilai literasi tingkat SD tercatat 84,28, sedangkan numerasi mencapai 73,68. Sementara itu, capaian literasi pada jenjang SMP berada di angka 87,29.

Capaian tersebut menjadi salah satu modal bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki mutu pembelajaran sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Revitalisasi Diharapkan Berlanjut

Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap dukungan program revitalisasi satuan pendidikan dapat terus dilanjutkan dan menjangkau sekolah maupun lembaga pendidikan yang masih membutuhkan pembenahan.

Pemkab Kebumen juga terus berupaya memastikan anak-anak di berbagai wilayah memperoleh akses pendidikan yang layak. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, peningkatan kualitas pendidikan di Kebumen diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik dan memberikan ruang belajar yang semakin mendukung pencapaian mereka.

Loading