Banner Sidebar
Banner Sidebar

Duta Bahasa Nasional 2026, Wakil DKI Jakarta Raih Predikat Terbaik I

Ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026. (Foto : Kemendikdasmen)
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Jakarta, BeritaSekolah.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa kembali memberikan penghargaan kepada generasi muda yang dinilai memiliki kepedulian terhadap perkembangan bahasa dan sastra Indonesia.

Dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026, pasangan Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti yang mewakili DKI Jakarta berhasil memperoleh predikat Terbaik I.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung di Graha Utama, Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Ajang tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam perjalanan program Duta Bahasa yang telah berlangsung selama dua dekade sejak pertama kali diselenggarakan pada 2006.

Mengangkat Tema Matribahasa-Matribumi

Pemilihan Duta Bahasa Nasional tahun ini mengusung tema “Matribahasa-Matribumi”. Tema tersebut mengajak generasi muda memahami pentingnya bahasa ibu sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus fondasi dalam memperkuat bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Bahasa daerah dipandang memiliki peranan penting dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia. Di sisi lain, penguasaan bahasa Indonesia dan bahasa asing juga menjadi bagian dari kemampuan yang perlu dikembangkan generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.

Bahasa tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas masyarakat serta sarana untuk mempererat hubungan di tengah keberagaman suku, budaya, dan wilayah di Indonesia.

Duta Bahasa Diharapkan Menjadi Penggerak

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, meminta para Duta Bahasa yang terpilih dapat menjadi contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik sekaligus ikut menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa dan sastra.

Menurut Hafidz, tanggung jawab sebagai Duta Bahasa tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan pemilihan selesai. Para duta diharapkan tetap menjalankan perannya melalui berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ia juga berharap Duta Bahasa dapat mengambil bagian dalam ekosistem pendidikan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat, membangun kolaborasi, serta mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan.

31 Pasang Finalis Ikuti Tahapan Seleksi

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, menjelaskan bahwa proses Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026 dilakukan secara bertahap.

Proses tersebut dimulai dari seleksi di tingkat provinsi, pembekalan peserta, penilaian oleh dewan juri, hingga tahap final dan Puncak Penganugerahan di tingkat nasional.

Sebanyak 31 pasang finalis dari berbagai provinsi mengikuti serangkaian penilaian sebelum ditetapkan sebagai penerima penghargaan.

Materi penilaian mencakup berbagai aspek, antara lain krida kebahasaan dan kesastraan, tuturloka, psikotes, penampilan bakat, penulisan artikel mengenai bahasa dan sastra, produksi video konten, serta kemampuan tampil di atas panggung.

Program tersebut diharapkan mampu menghasilkan generasi muda yang dapat menjadi mitra Badan Bahasa dalam mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia, menjaga keberadaan bahasa daerah, sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa asing.

Daftar Peraih Penghargaan Duta Bahasa Nasional 2026

Selain pasangan dari DKI Jakarta yang memperoleh predikat Terbaik I, sejumlah finalis dari berbagai daerah juga mendapatkan penghargaan.

Predikat Terbaik II diraih Najwan Eka Murit Setiawan dan Siti Syahira Hasnainy Putri dari Jawa Timur.

Terbaik III diberikan kepada I Km Wikananda Rama Satria Ms dan Kadek Dinda Amela Putri Darma dari Bali.

Selanjutnya, Terbaik IV diraih Muhamad Akmal Musthofa dan Mitha Afrida Khairunnisa dari Jawa Barat.

Predikat Terbaik V diberikan kepada Gayuh Ardian Fajri dan Krisna Puspita dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara itu, Dimas Saputra dan Rahma Anggit Khairunnisa dari Kalimantan Barat memperoleh predikat Terbaik VI.

Untuk kategori Harapan, Harapan I diraih Galih Widhia Putra dan Geri Melda Rina dari Lampung.

Harapan II diberikan kepada Muhammad Berlian dan Alifya Aini Fauziyah dari Sumatra Barat.

Harapan III diraih Zulfiqri Saputra Samsul dan Nilayanti yang mewakili Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Sedangkan Harapan IV diberikan kepada Reyhan Rahmat Ilahi dan Nasywa Luthfia Alfi dari Jambi.

Kategori favorit juga turut diberikan. Najwan Eka Murti Setiawan dari Jawa Timur memperoleh predikat Terbaik Favorit Putra, sedangkan Terbaik Favorit Putri diberikan kepada Siti Syahira Hasnainy Putri dari Jawa Timur.

Duta Bahasa Diminta Aktif di Ruang Publik

Sejumlah juri kehormatan turut memberikan pesan kepada para Duta Bahasa agar peran mereka tidak hanya terlihat dalam kegiatan resmi.

Duta Bahasa diharapkan dapat memanfaatkan ruang publik dan media sosial untuk menyebarkan konten yang informatif, positif, serta berkaitan dengan bahasa dan sastra.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyebut para Duta Bahasa sebagai aset bangsa yang perlu mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan secara berkelanjutan.

Ia juga mendorong agar Duta Bahasa dapat menjadi mitra Badan Bahasa, Kemendikdasmen, serta unit pelaksana teknis di berbagai daerah.

Dorongan serupa disampaikan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Chacha Annisa. Ia mengajak para Duta Bahasa untuk lebih aktif berinteraksi dengan masyarakat dan memanfaatkan media sosial sebagai ruang edukasi.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, meminta para finalis terus meningkatkan kemampuan dan memperluas pengalaman agar dapat ikut mengampanyekan Trigatra Bangun Bahasa.

Duta Bahasa Nasional 2026 Siap Perluas Kolaborasi

Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti sebagai peraih Terbaik I menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan peran sebagai mitra Badan Bahasa.

Keduanya berkomitmen untuk ikut mengembangkan dan membina kebahasaan, terutama dengan menyasar kalangan generasi muda.

Immanuel mengatakan mereka akan memperluas kerja sama dengan Badan Bahasa dan Ikatan Duta Bahasa Nasional serta menggandeng berbagai pihak untuk menjalankan program yang berkaitan dengan Trigatra Bangun Bahasa.

Dania juga berharap keberadaan Duta Bahasa dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, Duta Bahasa tidak hanya berperan sebagai perpanjangan tangan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tetapi juga dapat menjadi penghubung ketika masyarakat menghadapi persoalan atau membutuhkan informasi mengenai bahasa dan sastra.

Dengan berakhirnya rangkaian Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026, para penerima penghargaan diharapkan tetap aktif menjalankan perannya di masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan dan kolaborasi, Duta Bahasa diharapkan dapat membantu memperkuat penggunaan bahasa Indonesia, menjaga keberadaan bahasa daerah, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Indonesia.(*)

Loading