Banner Sidebar
Banner Sidebar

Kemdiktisaintek Dorong Hilirisasi Kratom Indonesia, Perkuat Riset dan Kerja Sama Industri

Hilirisasi Kratom Indonesia Dipercepat Kemdiktisaintek. (Foto : Diktisaintek)
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

JAKARTA, BeritaSekolah.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong percepatan hilirisasi kratom Indonesia melalui penguatan penelitian, pengembangan teknologi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa berbagai penelitian mengenai kratom yang selama ini dilakukan perlu diintegrasikan agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan industri nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan forum Diskusi Para Ahli bertema Pengembangan Kratom: Akselerasi Industri, Standardisasi, dan Harmonisasi Kebijakan yang berlangsung di kantor Kemdiktisaintek pada Rabu (14/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Brian menyampaikan bahwa berdasarkan informasi sejumlah pakar, Indonesia diperkirakan memasok lebih dari 90 persen kebutuhan kratom dunia. Selain memiliki potensi produksi yang besar, kratom Indonesia juga dinilai mempunyai kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari negara lain.

Potensi tersebut menjadi alasan penting bagi Indonesia untuk meningkatkan penguasaan teknologi dan memperkuat pengolahan kratom di dalam negeri.

Tiga Strategi Utama Pengembangan Kratom Indonesia

Untuk mempercepat hilirisasi kratom Indonesia, Kemdiktisaintek menyoroti tiga bidang pengembangan yang perlu mendapatkan perhatian secara bersamaan.

Bidang pertama adalah penguatan budidaya tanaman kratom. Langkah ini mencakup peningkatan kualitas tanaman, ketahanan produksi, serta ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.

Bidang kedua berfokus pada pengembangan teknologi separasi dan purifikasi. Teknologi tersebut diperlukan untuk memisahkan sekaligus memurnikan senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman kratom.

Sementara itu, bidang ketiga diarahkan pada pengembangan aplikasi dan produk komersial berbasis hasil penelitian yang memenuhi standar mutu, keamanan, serta ketentuan regulasi yang berlaku.

Melalui ketiga strategi tersebut, pemerintah berharap pengembangan kratom tidak hanya berorientasi pada penyediaan bahan mentah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi melalui inovasi dan pengolahan di Indonesia.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi

Brian Yuliarto menilai bahwa keberhasilan pengembangan industri kratom membutuhkan pembagian peran yang jelas antara akademisi, peneliti, dan sektor industri.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam menghasilkan penelitian, inovasi, serta teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produk.

Di sisi lain, pelaku industri diharapkan mengambil peran dalam pengembangan skala produksi, komersialisasi, dan pemasaran produk hasil inovasi.

Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi peneliti dan perguruan tinggi untuk memperoleh manfaat ekonomi melalui skema royalti serta pengembangan teknologi secara berkelanjutan.

Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi dapat diterapkan untuk mendukung pertumbuhan industri nasional.

Standardisasi dan Regulasi Kratom Perlu Diperkuat

Selain pengembangan teknologi, kepastian regulasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung hilirisasi kratom Indonesia.

Pemerintah menilai bahwa standardisasi diperlukan untuk memastikan pengembangan dan pemanfaatan kratom berjalan sesuai dengan persyaratan keamanan, kualitas, serta aturan yang berlaku.

Oleh karena itu, komunikasi antara peneliti, regulator, dan industri perlu diperkuat sejak tahap awal penelitian.

Langkah tersebut bertujuan agar inovasi yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri tanpa mengabaikan aspek keamanan dan pengawasan.

Kemdiktisaintek juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pasokan bahan baku. Pengembangan fasilitas pengolahan harus didukung sistem budidaya yang memadai agar kegiatan produksi tidak menghadapi hambatan akibat keterbatasan bahan baku.

Kemdiktisaintek Perkuat Sinergi dengan BRIN, BPOM, dan BNN

Dalam upaya mempercepat pengembangan industri kratom, Kemdiktisaintek berperan sebagai penghubung antara dunia penelitian, lembaga pengatur, dan sektor usaha.

Forum diskusi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, peneliti, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Narkotika Nasional (BNN), kementerian dan lembaga terkait, serta perwakilan industri.

Pertemuan ini menjadi wadah untuk mengidentifikasi perkembangan penelitian, tantangan regulasi, serta kebutuhan teknologi dalam pengembangan kratom.

Melalui koordinasi yang lebih terarah, setiap pihak diharapkan dapat menyusun langkah tindak lanjut sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing.

Kemdiktisaintek berharap penguatan sinergi tersebut mampu mempercepat pemanfaatan hasil penelitian sekaligus membuka peluang pengembangan industri kratom yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Dengan dukungan riset, standardisasi, regulasi, dan kerja sama industri, hilirisasi kratom Indonesia diharapkan dapat berkembang secara terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat serta perekonomian nasional.

Loading