Banner Sidebar
Banner Sidebar

Pemkab Sorong Siapkan 6,75 Hektare Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

pembangunan Sekolah Rakyat di Makbalim dapat segera direalisasikan. (Foto : Antara)
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Sorong, BeritaSekolah.com – Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, terus mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari Program Strategis Nasional. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menyediakan lahan seluas 6,75 hektare di wilayah Makbalim.

Staf Ahli Bupati Sorong Bidang Kemasyarakatan, Marthen Nebore, mengatakan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat sebelumnya direncanakan berada di Maladofok. Namun, lokasi tersebut kemudian dialihkan ke Makbalim karena terdapat sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi, terutama berkaitan dengan legalitas dan status kepemilikan tanah.

Menurut Marthen, lahan yang disiapkan di Makbalim memiliki luas sekitar 6,75 hektare dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat.

Perubahan lokasi tersebut dilakukan setelah pemerintah mempertimbangkan berbagai ketentuan teknis. Salah satunya adalah persyaratan bahwa lahan yang digunakan harus memiliki sertifikat yang jelas dan sah.

Selain persoalan legalitas lahan, lokasi Sekolah Rakyat juga harus memiliki akses yang memadai. Hal tersebut penting karena program pendidikan ini dirancang untuk mencakup jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Ketersediaan infrastruktur dasar turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Lokasi yang dipilih harus memungkinkan tersedianya jaringan air bersih, listrik, akses transportasi, serta fasilitas pendukung lain yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pendidikan dan kehidupan peserta didik.

Persiapan tersebut dibahas lebih lanjut melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Dinas Sosial Kabupaten Sorong bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait pada 24 September 2026.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah membahas berbagai kebutuhan administrasi dan teknis yang harus disiapkan sebelum pembangunan Sekolah Rakyat dapat dilaksanakan.

Dokumen mengenai status dan sertifikat tanah menjadi salah satu bagian penting yang dipersiapkan. Selain itu, pemerintah juga membahas proses perizinan bangunan, pembangunan fasilitas sekolah, serta sejumlah persyaratan lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Pemkab Sorong juga telah melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang disiapkan di Makbalim. Kegiatan tersebut melibatkan UPT Balai Kementerian Sosial, satuan kerja terkait, serta Dinas Sosial Kabupaten Sorong.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lokasi yang dipilih dapat memenuhi berbagai kebutuhan program Sekolah Rakyat sekaligus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Selain dukungan dari pemerintah, pihak yayasan yang nantinya terlibat dalam pelaksanaan program juga telah menyampaikan kesiapannya untuk mendukung terwujudnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Sorong.

Sekolah Rakyat tersebut nantinya tidak hanya menyediakan ruang belajar bagi peserta didik. Fasilitas yang dipersiapkan juga mencakup berbagai kebutuhan penunjang pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Rencana fasilitas antara lain berupa gedung sekolah, asrama bagi peserta didik, sarana olahraga, tempat ibadah, serta fasilitas air bersih dan listrik.

Untuk tempat ibadah, fasilitas yang direncanakan akan mencakup gereja dan masjid sebagai bagian dari kebutuhan peserta didik.

Pemkab Sorong berharap seluruh proses administrasi dan persyaratan teknis dapat diselesaikan dengan baik. Dengan demikian, pembangunan Sekolah Rakyat di Makbalim dapat segera direalisasikan.

Keberadaan program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Sorong, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Pemerintah daerah juga berharap pembangunan Sekolah Rakyat nantinya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Loading