Banner Sidebar
Banner Sidebar

115 Peserta MagangHub Ikuti Pembekalan di Perpusnas, Ditekankan Pentingnya Konsep 3K

Perpusnas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ketiga konsep tersebut dikenal dengan istilah 3K, yakni Konektivitas, Konten, dan Konteks.
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Jakarta, BeritaSekolah.com – Sebanyak 115 mahasiswa peserta Program MagangHub mengikuti kegiatan pengarahan dan pembekalan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Para peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi dan selanjutnya akan menjalani program magang di enam unit kerja yang berada di lingkungan Perpusnas.

Kegiatan pembekalan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memahami lingkungan kerja sekaligus mengetahui aturan dan nilai-nilai yang perlu diterapkan selama menjalani masa magang.

Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, dalam arahannya menyampaikan bahwa terdapat tiga kata kunci yang menjadi landasan Perpusnas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ketiga konsep tersebut dikenal dengan istilah 3K, yakni Konektivitas, Konten, dan Konteks.

Menurut Joko, aspek pertama yaitu konektivitas berkaitan dengan bagaimana Perpusnas menghubungkan masyarakat dengan berbagai sumber pengetahuan dan informasi. Upaya tersebut dilakukan melalui jaringan perpustakaan, layanan perpustakaan keliling, hingga pemanfaatan berbagai platform perpustakaan digital.

Ia menegaskan bahwa layanan perpustakaan ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa membedakan lokasi maupun kondisi individu.

“Perpustakaan Nasional menghubungkan seluruh warga negara di Indonesia dimanapun mereka berada serta dalam kondisi apapun. Kondisi fisiologis dan psikologis apapun berhak mendapatkan layanan pengetahuan,” kata Joko, Senin (21/9/2026).

Konsep kedua adalah konten. Hal ini berkaitan dengan penyediaan sekaligus pengembangan berbagai bahan perpustakaan yang menjadi bagian dari kekayaan intelektual bangsa.

Joko menjelaskan, koleksi perpustakaan tidak hanya tersedia dalam bentuk fisik atau cetak. Perpusnas juga terus mengembangkan koleksi dalam format digital untuk menyesuaikan perkembangan teknologi dan karakteristik masyarakat saat ini.

“Tidak hanya dalam bentuk tercetak, tetapi juga dalam bentuk digital. Kenapa digital? Karena secara demografi di Indonesia, generasi muda kita, generasi milenial, generasi Alpha, generasi Z jumlahnya lebih besar dibanding generasi-generasi sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, konsep ketiga adalah konteks. Perpustakaan tidak hanya diposisikan sebagai tempat untuk mengakses buku dan informasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Perpustakaan juga memiliki peran dalam mendukung peningkatan kapabilitas serta kesejahteraan masyarakat. Selain itu, perpustakaan menjadi ruang untuk memperkuat karakter dan menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya bangsa.

“Teman-teman kalau sudah dapat 3K ini magangnya dianggap lulus semua,” ujar Joko.

Dalam kesempatan tersebut, Joko juga mengingatkan para peserta agar tidak sekadar mengejar pengalaman selama mengikuti program MagangHub. Peserta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai ide, inovasi, maupun kreativitas selama berada di lingkungan Perpusnas.

Ia menilai pengalaman yang diperoleh selama magang dapat menjadi modal tambahan bagi mahasiswa ketika nantinya memasuki dunia profesional. Pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan teknis, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap budaya dan nilai yang diterapkan di tempat kerja.

Beberapa nilai yang perlu dijaga selama menjalani masa magang antara lain integritas, kedisiplinan, dedikasi, kejujuran, keterbukaan, serta kemauan untuk memberikan kontribusi.

Joko menambahkan bahwa Perpusnas memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat penyimpanan dan pengelolaan koleksi perpustakaan. Institusi tersebut turut berperan dalam mengembangkan budaya membaca, meningkatkan kecakapan literasi, serta menjaga dan melestarikan kekayaan intelektual bangsa.

“Perpustakaan Nasional bukanlah satu tempat penyimpanan dan pengelolaan bahan perpustakaan saja, namun memiliki peran dalam pengembangan budaya baca, kecakapan literasi, dan pelestarian khazanah intelektual bangsa. Semoga kesempatan untuk hadir dan belajar secara langsung ini dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk menambah pengalaman bagi adik-adik semua,” pungkasnya.

Setelah pengarahan dari Sekretaris Utama Perpusnas, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ketua Kelompok Kerja Pengadaan, Penilaian Kinerja dan Pemberhentian Pegawai, Tanto Anton Purboyo.

Materi yang diberikan membahas sejumlah ketentuan yang perlu dipahami peserta selama mengikuti program magang, meliputi peraturan yang berlaku, hak dan kewajiban peserta, serta berbagai larangan yang harus dipatuhi selama menjalani masa magang di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Loading