Banner Sidebar
Banner Sidebar

Bank Sampah Pondok Permai Padang Kembangkan Inovasi, Tabungan Sampah Bisa Bantu Bayar PBB

Bank Sampah Pondok Permai Padang Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi.
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Padang, BeritaSekolah.com – Bank Sampah Pondok Permai yang berada di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terus mengembangkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Tidak hanya mengandalkan kegiatan pemilahan dan daur ulang, bank sampah ini juga menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan perekonomian warga.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan saldo tabungan sampah untuk membantu pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Selain itu, pengelola juga menjalankan pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan sejumlah metode ramah lingkungan.

Kepala Bidang Program dan Pembangunan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fuad Syukri, mengapresiasi keberadaan dan perkembangan Bank Sampah Pondok Permai.

Menurut Fuad, pengelolaan sampah yang dilakukan di lokasi tersebut telah mencakup berbagai jenis sampah. Pengelola tidak hanya menangani material yang masih dapat didaur ulang, tetapi turut mengolah sampah organik dan sisa makanan.

Ia menyebut sejumlah metode yang diterapkan antara lain taman biopori, komposter, ecoenzym, serta berbagai bentuk pengolahan lainnya.

“Bank Sampah Pondok Permai menunjukkan praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang cukup baik dan berkelanjutan. Pengelolaan tidak hanya dilakukan terhadap sampah daur ulang, tetapi juga sampah sisa makanan melalui berbagai inovasi,” kata Fuad, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, keberadaan bank sampah tersebut juga memiliki nilai lebih karena mampu tumbuh dengan mengandalkan partisipasi masyarakat sekitar. Kegiatan yang dijalankan tidak hanya memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjadi nasabah.

Salah satu bentuk manfaat tersebut diwujudkan melalui program konversi saldo tabungan sampah menjadi nilai rupiah yang dapat digunakan untuk membantu pembayaran PBB.

Tabungan Sampah Bisa Dimanfaatkan untuk PBB

Program konversi tabungan sampah menjadi salah satu layanan yang dikembangkan Bank Sampah Pondok Permai. Melalui program ini, sampah yang disetorkan masyarakat memiliki nilai ekonomi dan saldo yang terkumpul dapat dikonversikan untuk membantu memenuhi kewajiban pembayaran PBB.

Konsep tersebut sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif memilah sampah dari rumah. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat dikumpulkan, ditabung, kemudian memberikan manfaat finansial bagi nasabah.

Pengolahan Sampah Organik Berbasis Lingkungan

Selain sampah anorganik, Bank Sampah Pondok Permai juga memberikan perhatian terhadap sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga.

Pengolahan dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pemanfaatan taman biopori dan komposter. Sampah sisa makanan juga dapat diolah menjadi produk lain, termasuk ecoenzym yang memiliki berbagai kegunaan.

Bahan organik yang dikelola tidak hanya berasal dari rumah tangga di sekitar bank sampah, tetapi juga dapat diperoleh melalui pasokan dari Lembaga Pengelola Sampah (LPS).

Menghasilkan Produk Kreatif Bernilai Ekonomi

Aktivitas Bank Sampah Pondok Permai juga berkembang ke sektor produksi barang yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Sejumlah produk yang dihasilkan antara lain sabun untuk kebutuhan rumah tangga, kerajinan berupa tas, serta berbagai produk berbahan material daur ulang.

Pengembangan produk tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi sampah sekaligus membuka ruang kreativitas bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan bank sampah.

Bangun Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Dalam menjalankan kegiatannya, Bank Sampah Pondok Permai juga membangun kerja sama dengan sejumlah pihak. Kolaborasi dilakukan bersama LPS, khususnya dalam proses pengangkutan dan pengolahan sampah.

Selain itu, bank sampah tersebut menjalin kerja sama dengan PT Semen Padang untuk menangani sampah yang memiliki nilai ekonomi rendah atau low value.

Fuad Syukri menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah.

“Bank Sampah Pondok Permai juga telah membangun kolaborasi dengan LPS dalam pengangkutan dan pengolahan sampah, serta bekerja sama dengan PT Semen Padang dalam pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi rendah atau low value,” ujarnya.

Hadiah Padang Rancak Award Dimanfaatkan untuk Pengembangan Fasilitas

Pengembangan Bank Sampah Pondok Permai juga didukung melalui peningkatan sarana dan prasarana. Apresiasi yang diterima melalui Padang Rancak Award 2025 dimanfaatkan kembali untuk mendukung pengembangan fasilitas bank sampah.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penghargaan yang diterima tidak hanya menjadi pencapaian, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat kegiatan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Bank sampah ini turut memperluas jaringan kemitraan dengan pengepul berskala besar. Kerja sama tersebut dilakukan untuk menjaga agar material yang dikumpulkan dapat masuk ke rantai daur ulang secara lebih optimal.

Dinilai Bisa Menjadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Dengan berbagai program yang dijalankan, Bank Sampah Pondok Permai dinilai memiliki konsep pengelolaan sampah yang cukup lengkap. Kegiatan dimulai dari pengumpulan dan pemilahan sampah, pengolahan material organik, pemanfaatan sampah bernilai ekonomi, hingga pengembangan produk kreatif.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang melihat pola tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat karena persoalan sampah ditangani sejak dari sumbernya.

Selain membantu mengurangi beban sampah, keberadaan bank sampah juga memberikan dampak sosial dan ekonomi kepada warga yang terlibat. Masyarakat mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat dari sampah yang mereka kumpulkan.

Model seperti ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan. Jika dikelola secara terintegrasi dan melibatkan masyarakat, sampah juga dapat dikembangkan menjadi sumber manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di tingkat lokal.

Loading