JAKARTA, BeritaSekolah – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Indonesia.
Baca Juga: Green Education Digagas, Sawah hingga Peternakan Bakal Jadi “Kelas” Baru Siswa
Penutupan dilakukan karena dapur-dapur tersebut belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada dinas kesehatan setempat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, kebersihan dan sanitasi merupakan persyaratan penting yang harus dipenuhi setiap dapur MBG. Hal tersebut berkaitan langsung dengan keamanan makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga harus memastikan makanan yang disajikan aman dan memenuhi standar kesehatan.
Dapur yang ditutup sementara akan menjalani investigasi dan evaluasi lebih lanjut. BGN akan memastikan aspek higiene, sanitasi, keamanan pangan, serta kualitas gizi sebelum dapur kembali beroperasi.
Kebijakan ini menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan MBG, terutama karena program tersebut menyediakan makanan dalam jumlah besar dan menjangkau penerima manfaat di berbagai daerah.
BGN menegaskan, pemenuhan standar kesehatan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan penerima manfaat sekaligus memastikan tujuan program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai. (*)
![]()















