Banner Sidebar
Banner Sidebar

Sekolah di Johor Malaysia Ditutup Dua Hari akibat Kabut Asap, Belajar Dialihkan ke Rumah

Sekolah di Johor Malaysia Ditutup 2 Hari akibat Kabut Asap. (Foto : Antara)
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Lubuk Basung, BeritaSekolah.com – Seluruh sekolah di Johor, Malaysia, untuk sementara ditutup selama dua hari mulai Kamis, 8 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul penurunan kualitas udara yang semakin memburuk akibat kabut asap di sejumlah wilayah negara bagian tersebut.

Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Johor, Muhammad Naqib Md Ghazali, menjelaskan bahwa keputusan penutupan sekolah dilakukan atas arahan Wali Johor Tunku Ismail Sultan Ibrahim. Langkah tersebut merupakan tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan serta keselamatan para siswa di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Pemerintah negara bagian Johor menyadari bahwa penutupan sekolah dapat menimbulkan tantangan bagi orang tua dan wali murid yang harus tetap bekerja. Karena itu, pemerintah mengharapkan dukungan dari para pemberi kerja dengan memberikan fleksibilitas kepada orang tua yang terdampak, termasuk penyesuaian pola kerja sesuai kondisi dan kebijakan masing-masing organisasi.

Johor menjadi negara bagian pertama di Semenanjung Malaysia yang menetapkan penutupan sekolah sementara selama periode kabut asap tahun ini.

Sebelumnya, sekitar 300 institusi pendidikan di Distrik Batu Pahat telah ditutup pada Rabu setelah Indeks Pencemaran Udara (API) mencapai level sangat tidak sehat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama pemerintah mengambil langkah lebih luas untuk menutup sekolah di seluruh Johor.

Selain kegiatan belajar mengajar, sejumlah asesmen atau ujian yang seharusnya berlangsung selama masa penutupan juga akan mengalami penundaan. Jadwal baru pelaksanaan asesmen nantinya akan ditentukan oleh Departemen Pendidikan Johor bersama pihak-pihak terkait.

Untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan, siswa akan mengikuti pembelajaran dari rumah selama sekolah belum kembali dibuka. Dengan demikian, kegiatan akademik dapat tetap berlangsung meskipun siswa tidak diperbolehkan mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.

Pemerintah Johor menegaskan bahwa keputusan tersebut harus dipahami sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak. Kondisi kualitas udara yang memburuk dinilai membuat aspek kesehatan dan keselamatan menjadi pertimbangan utama.

API Batu Pahat Capai 203

Kondisi kualitas udara di beberapa wilayah Johor memang menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Pada Selasa malam, 6 Oktober 2026, nilai API di Batu Pahat mencapai angka 203. Berdasarkan laporan media lokal New Straits Times, angka tersebut menjadi tingkat pencemaran udara tertinggi yang tercatat di Malaysia pada saat itu.

Dalam skala Indeks Pencemaran Udara Malaysia, nilai 0 hingga 50 masuk kategori baik. Sementara itu, angka 51 hingga 100 tergolong sedang, 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat, 201 hingga 300 dikategorikan sangat tidak sehat, dan nilai di atas 300 termasuk kategori berbahaya.

Tidak hanya Batu Pahat, sejumlah wilayah lain di Johor juga mencatat angka API yang tinggi. Pada Rabu sore, API di Segamat dan Pasir Gudang masing-masing berada pada angka 171. Tangkak tercatat 168, Kluang 166, Larkin 162, Kota Tinggi 160, sedangkan Pengerang mencapai 156.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi telah berdampak pada sejumlah kawasan di Johor.

Johor Dorong ASEAN Tangani Kabut Asap

Meningkatnya pencemaran udara juga mendorong pemerintah Johor meminta adanya langkah bersama di tingkat regional. Menteri Besar Johor, Onn Hafiz Ghazi, menyerukan agar ASEAN mengambil peran yang lebih aktif dalam menangani persoalan kabut asap yang terjadi lintas negara di Asia Tenggara.

Onn Hafiz bahkan meminta agar dilakukan pertemuan darurat untuk membahas kondisi tersebut. Menurutnya, kerja sama antarnegara diperlukan agar pencegahan, pemantauan, dan penanganan terhadap kabut asap dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.

Persoalan kabut asap tersebut juga telah dibahas Onn Hafiz dalam pertemuannya dengan Konsul Jenderal Indonesia di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto.

Kabut asap memang menjadi salah satu persoalan lingkungan yang berulang di kawasan Asia Tenggara. Kebakaran hutan dan lahan dapat menghasilkan asap dalam jumlah besar, sementara kondisi cuaca dan arah angin memungkinkan polusi tersebut menyebar melintasi batas negara.

Dengan kondisi kualitas udara yang masih mengkhawatirkan, penutupan sekolah di Johor menjadi salah satu langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi risiko paparan polusi terhadap anak-anak. Pemerintah juga mendorong seluruh pihak untuk bekerja sama agar kondisi udara dapat segera membaik dan aktivitas pendidikan kembali berjalan normal.

Loading