Banner Sidebar
Banner Sidebar

SDN Cengkareng Barat 13 Manfaatkan Lahan Sekolah untuk Urban Farming dan Edukasi Ketahanan Pangan

Kadisdik DKI, Nahdiana, Kasudis Pendidikan II Jakbar, Agus Ramdani dan jajaran di urban farming SDN Cengkareng Barat 13 ( Foto : barat.jakarta.go.id )
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

JAKARTA BARAT, BeritaSekolah.com – Upaya mengenalkan ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan dilakukan SDN Cengkareng Barat 13, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, melalui pemanfaatan lahan sekolah sebagai area urban farming.

Program tersebut tidak hanya bertujuan membuat lingkungan sekolah lebih hijau, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi peserta didik untuk mengenal pertanian di wilayah perkotaan. Berbagai tanaman pangan dan sayuran dikembangkan di area tersebut, mulai dari labu madu, melon, sawi, kale, cabai, hingga sejumlah jenis tanaman lainnya.

Selain area bercocok tanam, sekolah juga memiliki kolam gizi yang digunakan untuk membudidayakan ikan nila dan lele. Keberadaan kebun dan kolam tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung mengenai proses menghasilkan bahan pangan.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan keberadaan urban farming di lingkungan sekolah membuktikan bahwa keterbatasan ruang di perkotaan bukan alasan untuk tidak menciptakan lahan yang produktif.

Baca Juga : Wamendikdasmen Buka Bedah Buku Jakarta 1998 di UPI, Ajak Generasi Muda Belajar dari Sejarah Reformasi

Menurutnya, area sekolah yang tersedia dapat dikembangkan menjadi ruang hijau yang memiliki manfaat sekaligus sebagai tempat belajar bagi peserta didik.

“Pemanfaatan lahan sekolah melalui urban farming menunjukkan bahwa ruang yang tersedia di kawasan perkotaan dapat dioptimalkan menjadi lingkungan yang hijau, produktif, dan edukatif,” jelas Nahdiana.

Ia menjelaskan, kegiatan urban farming juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam memahami bagaimana proses pangan diproduksi. Peserta didik dapat terlibat mulai dari menanam, merawat tanaman, hingga mengetahui proses panen dan pemanfaatan hasil pertanian.

Pembelajaran tersebut menjadi lebih bermakna karena siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga dapat melihat dan mempraktikkan langsung tahapan budidaya tanaman maupun ikan.

Selain mengenalkan pertanian, kegiatan di SDN Cengkareng Barat 13 turut dikaitkan dengan pembentukan kebiasaan menjaga kebersihan. Para peserta didik diajak untuk memahami pentingnya lingkungan yang bersih serta belajar melakukan pemilahan sampah.

Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai hubungan antara pangan, pertanian, kebersihan, dan kelestarian lingkungan.

Nahdiana juga menilai program yang diterapkan SDN Cengkareng Barat 13 dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain. Setiap satuan pendidikan dapat memanfaatkan lahan yang tersedia sesuai dengan kondisi dan karakteristik lingkungan masing-masing.

“Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi peserta didik untuk mengenal pangan dan pertanian perkotaan, sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan serta pengelolaan sampah sejak dini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Agus Ramdani, menyampaikan bahwa minimnya lahan di kawasan perkotaan tidak seharusnya menjadi kendala untuk menciptakan inovasi di lingkungan sekolah.

Ia mencontohkan SDN Cengkareng Barat 13 yang memanfaatkan kebun dan kolam sebagai sarana pembelajaran langsung bagi siswa.

“Di SDN Cengkareng Barat 13, anak-anak belajar langsung dari kebun dan kolam dengan menanam, merawat, memanen, sekaligus belajar tentang karakter, lingkungan, dan ketahanan pangan,” jelas Agus.

Melalui urban farming tersebut, lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar di dalam kelas. Kebun dan kolam juga menjadi ruang pembelajaran terbuka yang membantu siswa mengenal ketahanan pangan, pertanian perkotaan, kepedulian lingkungan, serta membangun karakter melalui kegiatan praktik sejak dini.

Loading