Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Revitalisasi Sekolah di Aceh Tamiang Dipercepat, Anggaran Capai Rp192 Miliar Sebagai berikut:
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang mengalokasikan sebesar Rp192 miliar dalam tahun anggaran 2026 untuk merevitalisasi 254 satuan pendidikan atau sekolah yang rusak pacabencana banjir akhir November 2025 lalu.
“Revitalisasi ini bukan sekadar membangun kembali gedung yang rusak, melainkan upaya membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, di Aceh Tamiang, Kamis.
Dalam meluncurkan program revitalisasi perdana di SMPN 2 Karang Baru, Armia mengatakan, revitalisasi ini merupakan respon cepat pemerintah daerah terhadap kerusakan fasilitas belajar sekaligus implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan.
“Kami menargetkan perbaikan seluruh sekolah terdampak tuntas tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan merupakan pondasi utama untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. Karena itu, kepada pelaksana proyek agar dikerjakan sesuai petunjuk teknis (juknis), menjaga kualitas bangunan, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas.
“Pekerjaan harus tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Saya juga minta proses belajar mengajar tetap dijamin berjalan baik selama masa pengerjaan berlangsung,” katanya
Selain perbaikan infrastruktur, Pemkab Aceh Tamiang juga meluncurkan Gerakan Mengaji Sebelum Belajar. Program ini untuk menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan penguatan nilai spiritual siswa.
“Kita ingin generasi Aceh Tamiang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter Islami yang kuat,” ujar Armia.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang, Sepriyatno merinci total 254 sekolah yang menerima program revitalisasi tahun ini terdiri atas 119 unit TK/PAUD dengan alokasi Rp47,3 miliar, 116 SD senilai Rp109,7 miliar, dan 19 SMP sebesar Rp34,9 miliar.
Disamping itu, ia juga mencatat bahwa masih terdapat sejumlah sekolah terdampak bencana yang belum masuk dalam program revitalisasi tahun ini, yakni lima TK, tujuh SD (termasuk dua sekolah relokasi) dan 26 SMP.
“Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk memastikan layanan pendidikan kembali normal, aman, dan nyaman bagi peserta didik,” demikian Sepriyatno.
Demikian kami sampaikan informasi Revitalisasi Sekolah di Aceh Tamiang Dipercepat, Anggaran Capai Rp192 Miliar semoga bermanfaat.
Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com
