JAKARTA, BeritaSekolah.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan melalui platform Rumah Pendidikan. Layanan digital ini menghadirkan sekitar 4.000 sumber belajar yang dapat dimanfaatkan guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan interaktif.
Kehadiran Rumah Pendidikan Kemendikdasmen menjadi salah satu solusi bagi tenaga pendidik yang menghadapi keterbatasan waktu dalam mempersiapkan materi pembelajaran. Melalui platform tersebut, guru dapat memilih berbagai konten edukasi sesuai kebutuhan dan tujuan pembelajaran di kelas.
Pemanfaatan sumber belajar digital juga semakin penting seiring penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah. Perangkat tersebut membutuhkan dukungan materi yang relevan agar penggunaannya memberikan manfaat optimal bagi guru maupun peserta didik.
Sapa Sekolah 2026 Kenalkan Rumah Pendidikan kepada Guru dan Siswa
Untuk memperluas pemanfaatan platform digital tersebut, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen menyelenggarakan kegiatan Sapa Sekolah 2026 di SMA Negeri 80 Jakarta.
Kegiatan yang mengangkat tema “Hari Belajar Lebih Menyenangkan dengan Ruang Murid” ini menjadi sarana pengenalan berbagai layanan Rumah Pendidikan kepada guru dan siswa di lima wilayah DKI Jakarta.
Dalam pelaksanaannya, guru mendapatkan kesempatan mencoba simulasi rekomendasi sumber pembelajaran. Sementara itu, para siswa diajak mengeksplorasi laboratorium virtual, permainan edukatif, serta materi pembelajaran interaktif.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara, Iis Budiana, menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan perangkat teknologi dan jaringan internet.
Menurutnya, keberhasilan digitalisasi harus terlihat dari manfaat nyata yang dirasakan guru dalam mengajar serta siswa dalam memahami materi pelajaran.
Dengan demikian, penggunaan teknologi pendidikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar, bukan sekadar memperbanyak aplikasi yang digunakan sekolah.
Rumah Pendidikan Libatkan Guru dan Penyedia Konten Edukasi
Kepala Bidang Tata Kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Transformasi Digital, Agus Triarso, menjelaskan bahwa pengembangan Rumah Pendidikan melibatkan berbagai pihak.
Platform tersebut tidak hanya menyediakan konten dari pemerintah, tetapi juga membuka ruang kontribusi bagi guru, masyarakat, dan mitra penyedia materi pendidikan.
Beberapa penyedia konten, seperti PesonaEdu dan Assemblr Edu, turut memberikan materi pembelajaran yang sebelumnya ditawarkan secara komersial.
Selain itu, guru memiliki kesempatan untuk mengirimkan video pembelajaran hasil karya sendiri agar dapat dimanfaatkan oleh tenaga pendidik lainnya.
Meski demikian, setiap materi yang diajukan harus melalui proses kurasi sebelum dapat ditampilkan dalam platform Rumah Pendidikan.
Agus menekankan bahwa layanan tersebut dikembangkan sebagai sumber belajar bersama yang dapat memberikan manfaat luas bagi ekosistem pendidikan Indonesia.
Bantu Guru Menghadapi Padatnya Jadwal Mengajar
Kepala SMA Negeri 80 Jakarta, Satya Winarah, menyambut positif pengenalan Rumah Pendidikan sebagai alternatif sumber materi pembelajaran bagi guru.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah tenaga pendidik di sekolahnya memiliki beban mengajar mencapai 35 jam pelajaran atau bahkan lebih.
Kondisi tersebut membuat guru membutuhkan sumber belajar yang praktis dan mudah digunakan tanpa harus selalu menyiapkan seluruh media pembelajaran dari awal.
Saat ini, SMA Negeri 80 Jakarta telah memiliki dua unit Papan Interaktif Digital yang digunakan secara bergantian dalam kegiatan pembelajaran setiap Senin hingga Jumat.
Satya berharap pemanfaatan perangkat tersebut dapat semakin optimal melalui dukungan konten edukasi dari Rumah Pendidikan.
Ia juga mendorong para guru yang memiliki karya pembelajaran untuk ikut berkontribusi sehingga hasil kreativitas mereka dapat digunakan oleh pendidik dari sekolah lain.
Materi Visual Permudah Pemahaman Pelajaran Kimia
Manfaat penggunaan media pembelajaran digital turut dirasakan oleh Turmiati, guru Kimia di SMA Negeri 80 Jakarta.
Menurutnya, beberapa konsep dalam mata pelajaran Kimia, seperti struktur molekul dan proses reaksi kimia, membutuhkan visualisasi agar lebih mudah dipahami peserta didik.
Animasi dan ilustrasi dinilai mampu membantu siswa memahami konsep abstrak yang sulit dijelaskan hanya melalui tulisan atau penjelasan lisan.
Selama ini, Turmiati kerap memanfaatkan YouTube untuk mencari materi pendukung pembelajaran.
Dengan hadirnya Rumah Pendidikan, ia berharap tersedia lebih banyak konten edukasi yang akurat, jelas, dan terpercaya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Ruang Murid Tawarkan Pengalaman Belajar Interaktif di Tengah Tren AI
Tidak hanya membantu guru, fitur Ruang Murid dalam platform Rumah Pendidikan juga mendapatkan perhatian dari peserta didik.
Muhammad Raskha Aqila, siswa kelas XI D SMA Negeri 80 Jakarta, mengaku tertarik dengan berbagai fitur pembelajaran interaktif yang diperkenalkan dalam kegiatan Sapa Sekolah 2026.
Menurutnya, permainan edukatif dan materi visual dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh dibandingkan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang terkadang hanya menyajikan jawaban secara langsung.
Pengalaman serupa disampaikan Eunike Serafina Orlin, siswa kelas XI yang akrab disapa Unik.
Dalam kegiatan tersebut, ia mencoba mengakses materi pembelajaran serta mengerjakan latihan soal Ekonomi dan Geografi melalui fitur Ruang Murid.
Unik menilai bahwa materi bergambar dan latihan interaktif dapat membantunya memahami pelajaran dengan cara yang lebih menyenangkan.
Ia bahkan berencana menggunakan Rumah Pendidikan untuk mempersiapkan ujian akhir semester sekaligus mempelajari mata pelajaran lain di luar jurusannya, termasuk Fisika.
Kemendikdasmen Dorong Pemanfaatan Teknologi Pendidikan Secara Berkelanjutan
Melalui kegiatan Sapa Sekolah 2026, Kemendikdasmen berharap Rumah Pendidikan dapat semakin dikenal dan digunakan secara aktif oleh sekolah.
Keberadaan sekitar 4.000 sumber belajar digital diharapkan dapat memberikan pilihan materi yang lebih beragam bagi guru sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa.
Bagi tenaga pendidik, platform ini menawarkan kemudahan dalam mencari media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan kelas.
Sementara bagi peserta didik, fitur interaktif seperti laboratorium maya, permainan edukatif, dan latihan soal dapat menjadi alternatif untuk memperdalam pemahaman terhadap berbagai mata pelajaran.
Dengan pemanfaatan yang berkelanjutan, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen diharapkan mampu mendukung transformasi pembelajaran digital yang lebih efektif, inklusif, dan bermakna di sekolah-sekolah Indonesia.(*)
![]()













