BANTEN, BeritaSekolah.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menerapkan kebijakan kegiatan keagamaan bagi pelajar melalui pelaksanaan salat Duha dan tadarus Al-Qur’an secara rutin di sekolah. Program tersebut bertujuan memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan pemahaman agama di kalangan siswa.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, saat meresmikan Program Serang Mengaji yang berlangsung di SMP Negeri 21 Kota Serang pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Dalam arahannya, Budi meminta seluruh jajaran dinas terkait untuk memastikan kegiatan salat Duha dan tadarus dilaksanakan secara terkoordinasi setiap hari Rabu.
Kegiatan keagamaan tersebut dijadwalkan berlangsung sebelum proses belajar mengajar dimulai agar tidak mengganggu aktivitas pembelajaran di sekolah.
Salat Duha dan Tadarus Jadi Bagian Penguatan Karakter Siswa
Menurut Budi Rustandi, pelaksanaan ibadah secara rutin di lingkungan pendidikan diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan para pelajar.
Selain menjadi sarana pembinaan spiritual, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi kemajuan Kota Serang.
“Karena sambil mendoakan Kota Serang agar cepat pertumbuhan ekonominya,” ujar Budi.
Budi meyakini bahwa pelaksanaan salat Duha memiliki nilai spiritual yang berkaitan dengan harapan memperoleh keberkahan dan kelancaran rezeki, termasuk dalam mendukung pembangunan daerah.
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Serang berupaya menjadikan pendidikan agama sebagai salah satu bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Program Serang Mengaji Capai 90,22 Persen
Selain mengumumkan kebijakan kegiatan ibadah rutin di sekolah, Budi Rustandi turut menyampaikan perkembangan pelaksanaan Program Serang Mengaji.
Berdasarkan laporan yang dipaparkannya, capaian program peningkatan literasi keagamaan di Kota Serang telah mencapai 90,22 persen.
Salah satu perkembangan positif terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan di SMP Negeri 5 Kota Serang.
Budi mengungkapkan bahwa jumlah siswa yang masih mengalami kesulitan membaca huruf hijaiyah berhasil ditekan hingga tersisa delapan orang.
Hasil tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an di lingkungan sekolah yang mengikuti program tersebut.
Pemkot Serang Siapkan Kerja Sama dengan Pemprov Banten
Untuk memperluas pelaksanaan program literasi keagamaan, Pemerintah Kota Serang juga berencana meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan Gubernur Banten, Andra Soni, terkait pengembangan program literasi keagamaan.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah berharap pelaksanaan kegiatan pendidikan agama dapat terus dikembangkan secara lebih luas.
Beasiswa Satu Kelurahan Satu Sarjana hingga Program Dokter
Tidak hanya berfokus pada pendidikan karakter dan kemampuan membaca Al-Qur’an, Pemkot Serang juga menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan akses pendidikan masyarakat.
Salah satunya adalah program beasiswa satu kelurahan satu sarjana yang dirancang untuk mendukung kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi.
Budi juga menyampaikan rencana pengembangan program pendidikan pada tahun berikutnya melalui target satu kecamatan satu dokter.
Program tersebut menjadi bagian dari rencana pemerintah daerah dalam memperluas dukungan pendidikan hingga bidang kesehatan.
Budi menegaskan bahwa berbagai program yang tengah disiapkan merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Serang terhadap pengembangan sektor pendidikan.
Dengan adanya kegiatan salat Duha, tadarus, peningkatan literasi Al-Qur’an, serta program beasiswa, Pemkot Serang berupaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
![]()















