Banner Sidebar
Banner Sidebar

Siswa SD di Pidie Jaya Terpaksa Seberangi Sungai Setiap Hari, Keselamatan Jadi Sorotan

Siswa SD Pidie Jaya Seberangi Sungai Demi Sekolah.
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

MEUREUDU, BeritaSekolah.com – Keterbatasan akses pendidikan masih menjadi persoalan bagi sejumlah siswa SD Negeri 28 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Para pelajar harus menyeberangi aliran Sungai Krueng Cubo setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah akibat belum tersedianya jembatan penghubung.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena anak-anak harus melewati sungai yang sewaktu-waktu dapat mengalami peningkatan debit air. Terlebih, sebagian besar siswa yang melintasi jalur tersebut masih berusia sekolah dasar.

Ketua Umum Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Pidie Jaya, Yusril Mubarak, mengungkapkan bahwa para siswa tetap menggunakan jalur sungai karena akses alternatif menuju sekolah dinilai terlalu jauh.

Menurutnya, memilih jalur lain akan membuat waktu perjalanan menjadi lebih panjang. Sementara itu, fasilitas sekolah induk dan ruang belajar utama berada di seberang sungai.

Belum Ada Jembatan, Siswa Harus Menyeberangi Sungai Krueng Cubo

Yusril menjelaskan bahwa aktivitas menyeberangi sungai telah menjadi bagian dari perjalanan sehari-hari sejumlah siswa SDN 28 Bandar Baru.

Para pelajar harus menghadapi kondisi aliran Sungai Krueng Cubo untuk mendapatkan akses pendidikan. Situasi ini semakin mengkhawatirkan ketika arus sungai meningkat atau air mulai meluap.

Dalam keterangannya kepada Aceh Online, Senin (12/10/2026), Yusril menyampaikan bahwa perjalanan menuju sekolah seharusnya tidak membuat anak-anak menghadapi risiko keselamatan.

Selain harus melewati aliran sungai tanpa perlengkapan pengaman, para siswa juga kerap tiba di sekolah dengan seragam basah sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

Keadaan tersebut menunjukkan bahwa persoalan akses menuju sekolah bukan sekadar menyangkut jarak tempuh, tetapi juga berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan peserta didik.

Keselamatan Pelajar Menjadi Perhatian

Yusril menyayangkan kondisi yang harus dialami anak-anak sekolah dasar tersebut. Menurutnya, menyeberangi sungai dengan arus yang berpotensi deras tanpa perlindungan keselamatan merupakan situasi yang memprihatinkan.

Risiko yang dihadapi para siswa juga dapat meningkat ketika debit air sungai bertambah, terutama saat kondisi cuaca menyebabkan aliran menjadi lebih kuat.

Meski menghadapi keterbatasan akses, para siswa tetap harus melakukan perjalanan melalui sungai untuk mengikuti kegiatan belajar.

Kondisi ini memperlihatkan pentingnya sarana penghubung yang aman agar aktivitas pendidikan tidak bergantung pada keadaan aliran sungai.

Akses Pendidikan yang Aman Perlu Mendapat Perhatian

Persoalan belum tersedianya jembatan di Sungai Krueng Cubo turut memunculkan pertanyaan mengenai pemenuhan fasilitas dasar pendidikan bagi anak-anak di kawasan tersebut.

Yusril menilai bahwa keberadaan akses penghubung yang layak sangat penting untuk menunjang perjalanan siswa menuju sekolah.

Selama belum tersedia jalur alternatif yang mudah dijangkau, para pelajar masih harus menggunakan sungai sebagai akses utama untuk mengikuti proses pembelajaran.

Menurutnya, pendidikan semestinya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperbaiki masa depan, bukan justru membuat mereka menghadapi ancaman keselamatan dalam perjalanan.

Kondisi siswa SDN 28 Bandar Baru di Pidie Jaya ini menjadi gambaran pentingnya perhatian terhadap infrastruktur pendukung pendidikan, khususnya akses perjalanan yang aman bagi pelajar.

Keberadaan jembatan penghubung diharapkan dapat menjadi solusi agar anak-anak tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan ketika berangkat maupun pulang sekolah.

Loading