Banner Sidebar
Banner Sidebar

Wamendikdasmen Apresiasi Model Pembelajaran SAI Sentul untuk Kembangkan Potensi Anak Papua

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq Apresiasi Model Pembelajaran SAI Sentul.
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Jakarta, BeritaSekolah.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memberikan apresiasi terhadap model pendidikan yang diterapkan Sekolah Anak Indonesia (SAI) Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sekolah tersebut dinilai memiliki pendekatan pembelajaran yang mengaitkan pendidikan dengan lingkungan dan potensi peserta didik.

Sebagian besar siswa SAI Sentul merupakan anak-anak yang berasal dari Papua. Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, sekolah berupaya memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga membangun kemandirian serta mengembangkan potensi setiap siswa.

Fajar mengatakan SAI Sentul menjadi salah satu sekolah yang memiliki karakteristik pembelajaran yang menarik untuk diperhatikan. Selain mayoritas siswanya berasal dari Papua, metode pendidikan yang diterapkan juga memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Saat ini kami sedang melihat sekolah yang memiliki keunikan. Di mana mayoritasnya adalah dari anak-anak Papua dan model pembelajarannya juga sangat unik,” ujar Fajar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Menurut Fajar, penerapan pembelajaran mendalam di SAI membuat siswa tidak hanya memperoleh materi secara teori. Mereka juga diajak memahami kondisi lingkungan sekitar dan menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan situasi nyata.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat proses pendidikan menjadi lebih bermakna karena siswa mengalami secara langsung berbagai proses pembelajaran. Dengan demikian, pendidikan dapat berjalan selaras dengan lingkungan sekaligus menggali potensi yang dimiliki setiap peserta didik.

Fajar juga mengapresiasi upaya SAI dalam memanfaatkan teknologi untuk mendorong kemandirian siswa, termasuk melalui pengembangan kemampuan wirausaha yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.

“Saya senang bisa berkunjung ke salah satu model sekolah yang membuat pendidikan itu memanusiakan manusia dan terkoneksi dengan lingkungan alam semesta. Dan juga SAI dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang memberikan ruang bagi anak untuk berkembang secara utuh,” kata Fajar.

Seluruh Siswa SAI Berasal dari Papua

Kepala SMA SAI Yanto Sutrisno Saragih menjelaskan seluruh siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut berasal dari Papua. Mereka antara lain berasal dari Kabupaten Intan Jaya, Nabire, dan Dogiyai.

Menurut Yanto, pendidikan di SAI tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan akademik. Para siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenali jati diri, memahami potensi yang dimiliki, serta melihat peran yang dapat mereka jalankan bagi daerah asal masing-masing.

Ia mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan visi SAI, yakni mendorong anak bangsa agar mencintai dan memiliki daerahnya.

“Sesuai dengan visi kami yaitu anak bangsa mencintai dan memiliki daerahnya. Harapan kita ketika dia belajar di sini, berproses lanjut ke perguruan tinggi, dia sudah mulai ketemu jati dirinya, dia sudah lebih jelas mau jadi apa dan sudah punya tujuan,” ujar Yanto.

Dorong Siswa Menjadi Agen Perubahan

Yanto menambahkan pembelajaran kontekstual menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan di SAI. Melalui metode tersebut, siswa diajak mengenali lingkungan sekaligus memahami berbagai persoalan dan peluang yang kemungkinan akan mereka temui setelah menyelesaikan pendidikan.

Sekolah berharap pengalaman yang diperoleh selama belajar dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk berkontribusi terhadap masyarakat dan daerah asal mereka.

Yanto juga melihat adanya perubahan minat siswa dalam mengembangkan potensi kewirausahaan. Lingkungan belajar yang memberikan banyak pengalaman dan referensi membuat siswa dapat melihat berbagai peluang yang sebelumnya mungkin belum mereka kenal.

“Pembelajaran yang telah kami lakukan membuat mereka ingin menjadi pengusaha. Di sini mereka memiliki banyak referensi dan melihat banyak kesempatan yang dapat dimanfaatkan,” kata Yanto.

Model pendidikan yang diterapkan SAI Sentul tersebut menjadi salah satu contoh pendekatan pembelajaran yang menggabungkan aspek akademik, lingkungan, pengembangan karakter, kemandirian, serta pengenalan potensi diri siswa.

Loading