DEPOK, BeritaSekolah.com – Empat siswa SMPIT Al Haraki berhasil membawa nama Kota Depok ke ajang kompetisi matematika tingkat internasional. Mereka mencatatkan prestasi dalam dua kompetisi bergengsi yang digelar di Singapura dan Hong Kong sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Keempat siswa tersebut adalah Muhammad Faiz Akmal, Arzakhel Syahmi Zikry, Zyva Noor Alisha, serta Hagia Sophia Islami Faisal.
Prestasi pertama diraih dalam Singapore International Math Olympiad Challenge atau SIMOC 2026 yang diselenggarakan di Singapura pada 17 hingga 21 Juli 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Muhammad Faiz Akmal berhasil membawa pulang medali emas atau gold medal pada kategori Math Master Mind. Ia juga meraih medali perak pada kategori Math Olympiad.
Sementara itu, Arzakhel Syahmi Zikry memperoleh sejumlah penghargaan. Ia mendapatkan silver medal dalam kategori Math Warrior, bronze medal pada kategori Math Master Mind, serta honorable mention untuk kategori Math Olympiad.
Baca Juga : Siswa SMAN 1 Pulau Morotai Raih Juara 4 Kompetisi Roket Internasional di Malaysia
Persiapan Rutin Menjadi Kunci Prestasi
Muhammad Faiz Akmal mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi kompetisi dilakukan secara konsisten. Salah satu caranya adalah dengan mengerjakan soal-soal olimpiade dari tahun-tahun sebelumnya setiap hari.
Latihan tersebut dilakukan baik ketika berada di sekolah maupun saat belajar di rumah. Selain memperbanyak latihan soal, Faiz juga mempelajari silabus dan berbagai materi yang diperkirakan akan menjadi bagian dari kompetisi.
Menurut Faiz, persiapan yang dilakukan semakin terbantu berkat fasilitas latihan yang diberikan sekolah serta dukungan dari orang tua.
“Saya mempersiapkan diri dengan rutin mengerjakan soal-soal tahun sebelumnya setiap hari,” ujar Faiz kepada berita.depok.go.id.
Bagi Arzakhel, mengikuti SIMOC 2026 bukan hanya menjadi kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman baru. Ia dapat bertemu dengan peserta dari berbagai negara, termasuk Singapura dan China.
Selain mengikuti perlombaan individu, Arzakhel juga berpartisipasi dalam kompetisi matematika beregu serta permainan dadu. Beberapa kegiatan tersebut turut membutuhkan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Prestasi Berlanjut di Hong Kong
Rangkaian prestasi siswa SMPIT Al Haraki kembali berlanjut dalam Hong Kong International Mathematical Olympiad atau HKIMO 2026.
Kompetisi tersebut berlangsung di Hong Kong pada 22 hingga 23 Agustus 2026. Dalam ajang ini, dua siswa SMPIT Al Haraki kembali berhasil memperoleh penghargaan.
Zyva Noor Alisha meraih bronze medal pada kategori Math Olympiad. Sementara Hagia Sophia Islami Faisal memperoleh Merit Award pada kategori yang sama.
Sebelum berangkat ke Hong Kong, Zyva terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan di tingkat Indonesia. Setelah lolos, ia melanjutkan perjuangan ke tingkat internasional.
Zyva melakukan persiapan secara mandiri dengan memperbanyak latihan menggunakan past papers. Proses persiapannya juga mendapat dukungan dari pihak sekolah dan orang tua.
Meski demikian, Zyva mengaku sempat mengalami tekanan ketika menghadapi ujian di Hong Kong. Tingkat kesulitan soal yang dihadapi membuatnya merasa cukup berat.
“Saya sempat menangis setelah keluar dari ruang ujian karena merasa soal yang diberikan cukup sulit,” ucap Zyva.
Sementara itu, Hagia Sophia Islami Faisal yang masih duduk di kelas 7 mempersiapkan diri melalui les matematika secara online maupun privat.
Ia juga rutin berlatih menggunakan past papers dan mock papers. Untuk mengendalikan rasa gugup saat menghadapi kompetisi, Hagia berusaha menjaga pikiran tetap positif dan berzikir.
SMPIT Al Haraki Berikan Pembinaan Berkelanjutan
Keberhasilan para siswa tersebut tidak terlepas dari program pembinaan yang dilakukan SMPIT Al Haraki.
Sekolah melakukan pemetaan minat dan bakat siswa melalui diagnostic test. Hasil tersebut kemudian menjadi salah satu dasar untuk mengarahkan siswa ke komunitas yang sesuai dengan bidang dan potensinya.
Khusus untuk bidang matematika, siswa mendapatkan sesi latihan sebanyak dua hingga empat kali dalam satu minggu dengan pendampingan guru.
Para siswa yang mengikuti kompetisi juga memperoleh dispensasi selama menjalani masa persiapan. Setelah kembali dari ajang perlombaan, sekolah memberikan kelas tambahan sebagai bagian dari pembinaan lanjutan.
Kepala Sekolah SMPIT Al Haraki, Abdul Fariz Naim, mengatakan siswa perlu diberikan keberanian untuk mencoba berbagai kesempatan yang dapat mengembangkan potensi mereka.
Ia juga menilai keberhasilan siswa dalam kompetisi internasional tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah dan keluarga, tetapi turut membawa nama Kota Depok.
“Jangan takut mencoba, karena semua siswa punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Prestasi siswa bukan hanya kebanggaan sekolah, tetapi juga kebanggaan Kota Depok,” pungkas Abdul Fariz Naim.
![]()















