JAKARTA, BeritaSekolah.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di tingkat internasional. Empat siswa Indonesia sukses meraih sejumlah medali dan penghargaan dalam International Earth Science Olympiad (IESO) ke-19 yang digelar di Turin, Italia.
Kompetisi ilmu kebumian internasional tersebut berlangsung selama delapan hari, yakni pada 20 hingga 27 Agustus 2026. Dalam ajang itu, delegasi Indonesia berhasil membawa pulang 12 medali, yang terdiri atas satu medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu.
Selain medali, para peserta Indonesia juga mencatatkan prestasi melalui tiga penghargaan Young Reporters Initiative (YoRI).
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelajar Indonesia memiliki kemampuan yang kompetitif dalam bidang ilmu kebumian. Prestasi ini juga tidak terlepas dari pembinaan dan proses seleksi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca Juga : Sekolah di Era AI: Mengapa Pendidikan Karakter Tetap Tak Bisa Digantikan Teknologi?
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan penghargaan kepada para siswa sekaligus tim pembina yang telah mendampingi delegasi Indonesia hingga mampu berprestasi di ajang internasional.
“Para murid pemenang ajang talenta nasional terus kami bina secara berkelanjutan hingga ke ajang internasional. Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada adik-adik dan pembina,” kata Maria, Senin, 7 September 2026.
Empat Pelajar Indonesia Tampil di Empat Kategori
IESO ke-19 tahun ini diikuti sekitar 160 peserta dari 40 negara. Dalam kompetisi tersebut, empat pelajar Indonesia berpartisipasi dalam berbagai kategori, mulai dari tes individu hingga proyek dan investigasi lapangan secara internasional.
Kategori yang diikuti meliputi Individual Test, International Team Field Investigation (ITFI), Earth System Project (ESP), serta Young Reporters Initiative (YoRI).
Berikut daftar prestasi yang diraih para siswa Indonesia:
1. Marvell Collin Celeste – SMAS Kristen Immanuel Pontianak, Kalimantan Barat
Marvell meraih medali perunggu pada kategori Individual Test. Ia juga berhasil mendapatkan medali emas dalam International Team Field Investigation (ITFI), medali perunggu pada Earth System Project (ESP), serta penghargaan Third Prize pada Young Reporters Initiative.
2. Louis Victor Iswaranimpunga Paris – SMAK Katolik St. Albertus Malang, Jawa Timur
Louis mencatatkan prestasi berupa medali perak pada Individual Test, medali perunggu di kategori ITFI, serta medali perak pada Earth System Project. Ia juga berhasil memperoleh First Prize dalam Young Reporters Initiative.
3. Salma Rofidatul Hasanah – MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur
Salma membawa pulang medali perunggu pada Individual Test dan ITFI. Pada kategori Earth System Project, ia meraih medali perak. Sementara dalam Young Reporters Initiative, Salma mendapatkan Second Prize.
4. Muhammad Ihsan – MAN Insan Cendekia Serpong, Banten
Muhammad Ihsan meraih medali perunggu pada Individual Test dan Earth System Project. Sementara pada International Team Field Investigation, ia berhasil memperoleh medali perak.
Pembinaan Jadi Bekal Menghadapi Kompetisi Internasional
Keikutsertaan dalam IESO 2026 memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar Indonesia. Salah satunya dirasakan langsung oleh Marvell Collin Celeste yang mengikuti seluruh rangkaian kompetisi selama delapan hari di Turin, Italia.
Menurut Marvell, program pembinaan yang diberikan Kemendikdasmen menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai negara.
Ia menilai proses persiapan yang dijalani memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan yang membantu dirinya dan anggota tim selama kompetisi berlangsung.
“Semua berjalan dengan lancar dan kami semua bisa menyelesaikan kompetisi IESO selama delapan hari di Italia,” ujar Marvell.
Pelajar asal SMAS Kristen Immanuel Pontianak tersebut sebelumnya juga telah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Marvell tercatat sebagai peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 untuk bidang kebumian.
Keberhasilan tim Indonesia di IESO 2026 menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan talenta pelajar di bidang sains terus menghasilkan prestasi di kancah dunia. Capaian ini sekaligus diharapkan dapat mendorong semakin banyak siswa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan di bidang ilmu kebumian dan sains internasional.
![]()















