JAKARTA, BeritaSekolah — Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 semakin dekat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengingatkan orang tua agar tidak memaksakan anak mengikuti bimbingan belajar (bimbel) tambahan sebagai persiapan menghadapi TKA.
Baca Juga: Rp61,1 Triliun untuk Pendidikan 2027, Berapa yang Benar-Benar Sampai ke Guru?
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut orang tua lebih penting memberikan motivasi dan dukungan kepada anak daripada menambah beban belajar melalui bimbel. Menurutnya, materi pembelajaran yang diberikan di sekolah pada dasarnya sudah menjadi bekal bagi siswa menghadapi TKA.
Baca Juga: TKA 2026: 3,5 Juta Siswa Sudah Mendaftar, Ini Jadwal dan Hal yang Perlu Dipersiapkan Sekolah
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Nasional Suyanto. Ia menilai bimbel memang dapat memberikan manfaat jika diikuti atas kebutuhan dan pilihan siswa. Namun, sekolah tidak boleh memaksakan siswa mengikuti bimbel tertentu, terlebih jika kegiatan tersebut diwajibkan dan dibebankan biaya kepada siswa.
“Persoalannya adalah kalau itu diharuskan oleh sekolah, diadakan di sekolah, kemudian bayar, itu tidak boleh,” kata Suyanto.
TKA sendiri merupakan asesmen terstandar yang digunakan untuk memperoleh gambaran capaian akademik siswa. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan seleksi akademik dan memberikan informasi mengenai kekuatan serta kelemahan siswa dalam bidang akademik.
Untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, pendaftaran TKA 2026 berlangsung hingga 27 September 2026. Pelaksanaan utama dijadwalkan secara bertahap pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, sedangkan pelaksanaan susulan berlangsung pada 16–29 November 2026.
Kemendikdasmen juga mencatat hingga 28 Agustus 2026 terdapat 3.559.610 siswa yang telah mendaftar TKA. Pendaftaran masih berlangsung sampai 27 September 2026.
Pemerintah menekankan bahwa persiapan TKA tidak harus dilakukan melalui bimbel berbayar. Siswa dapat mempersiapkan diri dengan belajar secara teratur, memahami materi yang diajarkan di sekolah, serta memanfaatkan berbagai bahan dan simulasi yang tersedia melalui kanal resmi TKA.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, orang tua dan sekolah diharapkan membantu siswa membangun kesiapan akademik sekaligus menjaga kondisi psikologis agar tidak menghadapi TKA dengan tekanan berlebihan. (*)
![]()















