Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Strategi KaKanwil dalam Memperkuat Moderasi Beragama di Sekolah Sebagai berikut:
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan berkarakter melalui penguatan program moderasi beragama, dalam pembekalan pengurus Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang digelar Polda Metro Jaya, Selasa (21/04/2026).
Dalam paparannya, Adib menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam penyelenggaraan pendidikan yang membentuk karakter generasi bangsa. Menurutnya, penguatan pendidikan agama harus berjalan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan guna melahirkan generasi yang religius sekaligus berintegritas sebagai warga negara.
“Kemenag memikul tanggung jawab untuk memastikan pendidikan agama, baik di madrasah maupun sekolah umum, berjalan sesuai dengan norma keagamaan dan kebangsaan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa program Penguatan Moderasi Beragama menjadi langkah konkret Kemenag dalam menangkal paham ekstrem yang berpotensi merusak harmoni sosial. Program ini mengedepankan nilai toleransi, anti-kekerasan, komitmen kebangsaan, serta penghargaan terhadap budaya lokal sebagai fondasi kehidupan beragama yang damai.
Adib juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk merespons berbagai tantangan di kalangan pelajar, seperti perundungan, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba, dengan pendekatan nilai-nilai keagamaan yang komprehensif. Ia menyoroti pentingnya pemahaman Maqashid Syariah sebagai pedoman dalam menjaga kehidupan, akal, keturunan, harta, dan agama.
“Segala bentuk perilaku yang merusak jiwa dan akal harus dicegah sejak dini. Pendidikan agama harus mampu menjadi benteng moral bagi generasi muda,” tegasnya.
Kepada para pelajar yang hadir, Adib berpesan agar menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah serta bijak dalam memanfaatkan media sosial. Ia mengingatkan pentingnya menjaga masa depan dengan tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Menutup arahannya, Adib menegaskan bahwa sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan aparat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan aman. Melalui kolaborasi tersebut, program-program Kementerian Agama diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam membentuk generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Kita harus bersatu menjaga lingkungan pendidikan agar tetap kondusif, demi melahirkan generasi terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.
Demikian kami sampaikan informasi Strategi KaKanwil dalam Memperkuat Moderasi Beragama di Sekolah semoga bermanfaat.
Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com
