Banner Sidebar
Banner Sidebar

Pengolahan Sampah Berbasis Maggot Masuk Sekolah, Ini Langkah DLHK Depok Edukasi Siswa

Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Pengolahan Sampah Berbasis Maggot Masuk Sekolah, Ini Langkah DLHK Depok Edukasi Siswa Sebagai berikut:

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok terus memperkuat edukasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Tidak hanya mengembangkan teknologi pengolahan di Unit Pengolahan Sampah (UPS), tahun depan DLHK juga akan membawa edukasi pengolahan sampah berbasis maggot langsung ke sekolah-sekolah.

Kepala DLHK Kota Depok, Reni, mengatakan, langkah tersebut bertujuan menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini sekaligus mengenalkan potensi ekonomi dari sampah organik.

“Nanti kita akan menjangkau anak-anak sekolah agar mereka memahami jenis-jenis sampah. Sampah organik itu bisa diolah menjadi banyak produk yang bernilai, sehingga sejak dini mereka punya kesadaran untuk memilah dan mengelola sampah,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Rabu (29/07/26).

Reni menjelaskan, pengolahan maggot di Depok tidak berhenti pada proses budidaya.

Setelah dipanen, maggot masih dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Selain dikeringkan, maggot juga bisa diolah menjadi minyak, kemudian dibuat serbuk yang selanjutnya diproses menjadi pelet. Nilai ekonominya tentu lebih tinggi dibandingkan maggot dalam bentuk segar,” jelasnya.

Menurutnya, fasilitas tersebut juga mulai dikembangkan di sejumlah UPS yang telah mendapat dukungan peralatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selain edukasi ke sekolah, DLHK juga akan memperkuat berbagai program berbasis masyarakat, seperti Program Kampung Iklim (ProKlim) Asri, MBRU, serta Duta Cerdas, yang masing-masing berfokus pada pengelolaan sampah organik maupun anorganik, khususnya plastik.

“Kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat sehingga volume sampah yang harus ditangani bisa terus ditekan. Jumlah penduduk mungkin terus bertambah, tetapi volume sampah yang berakhir di TPA diharapkan tidak ikut meningkat karena sudah dikelola sejak dari sumbernya,” tuturnya.

Reni menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Kolaborasi dengan komunitas, pelaku usaha, akademisi, hingga mitra internasional menjadi kunci untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Ini membutuhkan kolaborasi. Tidak bisa hanya DLHK saja. Kehadiran Biomagg, UCLG ASPAC, dan berbagai komunitas menjadi bagian penting agar pengelolaan sampah di Kota Depok semakin baik, terstruktur, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Demikian kami sampaikan informasi Pengolahan Sampah Berbasis Maggot Masuk Sekolah, Ini Langkah DLHK Depok Edukasi Siswa semoga bermanfaat.

Loading