CIREBON, BeritaSekolah.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan edukasi pengelolaan sampah. Kali ini, sebanyak 469 siswa SDN 1 Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendapatkan pembelajaran mengenai pentingnya memilah sampah untuk mencegah pencemaran laut.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 10 Oktober 2026, tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan tim dosen Program Studi Oseanografi ITB.
Melalui program bertajuk MISI LAUT (Mulai dari Satu Sampah yang Kita Pilah), para siswa diperkenalkan pada pentingnya pengelolaan sampah sejak dini, terutama untuk mengurangi risiko sampah dari daratan masuk ke sungai hingga mencemari kawasan pesisir dan laut.
Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai persoalan sampah, tetapi juga mengajak siswa membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
ITB Kenalkan Pentingnya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Program MISI LAUT menjadi salah satu langkah ITB dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap persoalan lingkungan, khususnya pencemaran laut akibat sampah yang berasal dari daratan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Skema Top Down 2026 ITB dengan fokus mengurangi kebocoran sampah dari wilayah daratan menuju kawasan pesisir melalui edukasi dan kerja sama dengan pengelola sampah setempat.
Pelaksanaan program dipimpin oleh Dayu Wiyati Purnaningtyas, S.Si., M.Si., Ph.D., bersama sejumlah dosen Oseanografi ITB.
Tim dosen yang terlibat meliputi Saat Mubarrok, S.Si., M.Si., Ph.D.; Suliskania Nurfitri, S.Si., M.Si., Dr.rer.nat.; Farrah Hanifah, S.Si., M.Si.; serta Alif Shidqie Al Bani, S.Si., M.Si.
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari asisten pengabdian masyarakat dan mahasiswa relawan yang membantu pelaksanaan edukasi kepada para siswa.
Ratusan Siswa Belajar Mengelola Sampah dengan Cara Menyenangkan
Sebanyak 469 siswa dari kelas I hingga VI SDN 1 Babakan Ciwaringin mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang dirancang secara interaktif.
Materi disampaikan menggunakan metode yang mudah dipahami anak-anak, mulai dari pemutaran video edukasi, diskusi sederhana, hingga permainan kuis berbentuk puzzle.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak mengenali berbagai kategori sampah sekaligus memahami bagaimana sampah yang dibuang sembarangan dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan perairan.
Tidak hanya mendengarkan penjelasan, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung cara memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Praktik ini bertujuan membiasakan siswa memisahkan sampah sejak awal sehingga proses pengelolaan berikutnya dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Selain itu, tim ITB memperkenalkan penggunaan komposter dan konsep bank sampah sebagai alternatif pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
ITB Serahkan Komposter untuk Mendukung Pengelolaan Sampah Sekolah
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim ITB menyerahkan fasilitas komposter kepada pihak SDN 1 Babakan Ciwaringin.
Penyerahan komposter dan plakat dilakukan dalam rangkaian pembukaan kegiatan MISI LAUT.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu sekolah mengembangkan kebiasaan pengelolaan sampah, terutama dalam menangani sampah organik.
Dengan adanya sarana pendukung, kegiatan edukasi tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga dapat dilanjutkan melalui praktik pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran bahwa persoalan sampah membutuhkan perubahan perilaku yang dilakukan secara konsisten.
Gandeng IPST MASARO Babakan Ciwaringin
Untuk memperkuat dampak program, ITB turut menjalin kerja sama dengan IPST MASARO Babakan Ciwaringin.
Kolaborasi tersebut bertujuan menghubungkan pembelajaran mengenai pemilahan sampah di sekolah dengan sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan di masyarakat.
Melalui kemitraan ini, siswa diharapkan memahami bahwa sampah yang sudah dipisahkan dapat ditangani lebih lanjut sesuai karakteristiknya.
Kerja sama dengan IPST MASARO juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program pengelolaan sampah setelah kegiatan edukasi selesai dilaksanakan.
Dengan demikian, pengetahuan yang diterima siswa dapat menjadi dasar untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah secara berkelanjutan.
Cegah Pencemaran Laut Harus Dimulai dari Daratan
Ketua pelaksana program, Dayu Wiyati Purnaningtyas, menekankan bahwa upaya mengatasi persoalan sampah laut tidak cukup dilakukan melalui kegiatan pembersihan di wilayah perairan.
Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari sumber sampah, termasuk melalui kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sehari-hari.
Dayu menjelaskan bahwa persoalan pencemaran laut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari institusi pendidikan, masyarakat, hingga pemerintah.
Melalui MISI LAUT, tim ITB ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa menjaga kelestarian laut dapat dimulai dari tindakan sederhana di rumah maupun sekolah.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membiasakan diri memilah sampah sebelum dibuang atau diserahkan kepada pengelola sampah.
Pendekatan ini dinilai penting karena sampah yang tidak tertangani dengan baik berpotensi terbawa aliran air menuju sungai dan akhirnya mencapai kawasan pesisir.
Dorong Siswa Menjadi Agen Perubahan Lingkungan
Selain memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah, program MISI LAUT diharapkan mampu mendorong siswa menjadi bagian dari perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dayu berharap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan oleh para peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa juga diharapkan mampu membagikan pengetahuan yang mereka peroleh kepada keluarga dan teman-teman di lingkungan sekitarnya.
Dengan cara tersebut, manfaat kegiatan edukasi tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi berpotensi menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Semangat program Mulai dari Satu Sampah yang Kita Pilah diharapkan terus berkembang menjadi kebiasaan positif yang dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui edukasi kepada 469 siswa, penyediaan fasilitas komposter, serta kemitraan dengan IPST MASARO Babakan Ciwaringin, ITB berupaya memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa menjaga kebersihan laut tidak selalu harus dimulai dari kawasan pantai atau perairan.
Perubahan kecil melalui kebiasaan memilah sampah di daratan dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko pencemaran laut sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih bagi generasi mendatang.
![]()















