Yogyakarta, BeritaSekolah.com – Kegiatan bermain angklung menjadi salah satu metode pembelajaran menarik yang diterapkan TK IT Mekar Insani Yogyakarta untuk membentuk karakter anak sejak usia dini. Melalui alat musik tradisional berbahan bambu tersebut, para siswa tidak hanya mengenal seni budaya Indonesia, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, kesabaran, dan pentingnya bekerja sama.
Suasana penuh keceriaan terlihat ketika anak-anak memainkan angklung secara bersama-sama dengan membawakan lagu tradisional Padhang Bulan. Setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan nada tertentu sehingga tercipta alunan musik yang harmonis.
Aktivitas tersebut memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membantu anak memahami pentingnya menghargai peran orang lain.
Bermain Angklung Jadi Sarana Penguatan Karakter Anak
Di antara siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, terdapat dua saudara bernama Bintang dan Bulan. Keduanya tampak bersemangat saat memainkan angklung dengan nada “si” yang menjadi tanggung jawab mereka.
Bintang mengungkapkan kegembiraannya saat mengikuti kegiatan bermain musik tradisional tersebut. Perasaan serupa juga disampaikan oleh Bulan.
Bagi pihak sekolah, kegiatan angklung memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar mengembangkan kemampuan bermusik.
Pembelajaran ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter positif, termasuk membiasakan anak untuk hidup rukun, menghargai teman, serta memahami pentingnya kebersamaan.
Program tersebut juga sejalan dengan semangat penguatan pendidikan karakter yang terus didorong oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ekstrakurikuler Angklung Dilaksanakan Setiap Kamis
Kepala TK IT Mekar Insani, Zenny Savitri, menjelaskan bahwa kegiatan angklung merupakan salah satu program ekstrakurikuler yang dirancang untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat siswa dalam bidang kesenian.
Latihan angklung dilaksanakan secara rutin setiap Kamis dengan pendampingan instruktur Achmad Miftahur Rochim.
Menurut Zenny, proses bermain angklung memberikan kesempatan kepada anak untuk memahami arti disiplin dan kerja sama melalui pengalaman langsung.
Setiap siswa perlu memperhatikan arahan serta menunggu waktu yang tepat untuk memainkan nada sesuai bagiannya.
Melalui kebiasaan tersebut, sekolah berharap nilai-nilai positif dapat tertanam secara alami dan diterapkan oleh anak dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Zenny pada Kamis (15/10/2026).
Melatih Kesabaran dan Kemampuan Mendengarkan Teman
Instruktur angklung, Achmad Miftahur Rochim, menerangkan bahwa keberhasilan memainkan sebuah lagu sangat bergantung pada kekompakan seluruh peserta.
Setiap anak memegang nada yang berbeda dan harus memainkannya pada waktu yang tepat. Karena itu, mereka dituntut untuk memperhatikan aba-aba, mendengarkan permainan teman, serta mengendalikan diri agar tidak membunyikan angklung secara sembarangan.
Dalam proses latihan, instruktur menggunakan pendekatan bermain, gerakan tangan sebagai petunjuk, dan pendampingan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.
Anak-anak yang masih merasa kurang percaya diri juga diberikan motivasi dan kesempatan untuk mencoba tanpa khawatir melakukan kesalahan.
Achmad menekankan bahwa tujuan pembelajaran angklung tidak hanya menghasilkan siswa yang terampil memainkan alat musik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya saling menghargai.
Menurutnya, sebuah permainan musik yang indah dapat tercipta ketika setiap individu bersedia mendengarkan dan bekerja sama meskipun memiliki peran yang berbeda.
Mengenalkan Budaya Indonesia Sekaligus Menanamkan Nilai Kebersamaan
Kegiatan ekstrakurikuler angklung di TK IT Mekar Insani menjadi contoh penerapan pembelajaran berbasis seni yang dapat mendukung perkembangan karakter anak usia dini.
Melalui aktivitas sederhana seperti mengikuti instruksi, menunggu giliran, dan memainkan nada secara bergantian, siswa memperoleh pengalaman mengenai pentingnya tanggung jawab serta menghormati orang lain.
Selain memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, pembelajaran musik tradisional juga memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan bersosialisasi.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu disampaikan melalui penjelasan di dalam kelas. Nilai-nilai positif juga dapat ditanamkan melalui kegiatan kreatif yang melibatkan interaksi antarsiswa.
Melalui permainan angklung, anak-anak TK IT Mekar Insani diajak memahami bahwa perbedaan peran bukanlah penghalang untuk menciptakan sesuatu yang indah.
Sebaliknya, ketika setiap individu mampu bekerja sama, menghargai teman, dan menjalankan tanggung jawabnya, kebersamaan dapat menghasilkan harmoni yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
![]()













