BALI, BeritaSekolah.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) membahas upaya peningkatan mutu dan pemerataan akses pendidikan tinggi dalam Kunjungan Kerja Reses di Kabupaten Gianyar, Bali, pada 9 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Gianyar tersebut merupakan bagian dari Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027. Pertemuan ini menjadi sarana untuk menyerap aspirasi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait pelaksanaan kebijakan pendidikan tinggi, termasuk berbagai tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kesempatan kuliah bagi masyarakat.
Keterlibatan Kemdiktisaintek dalam agenda tersebut juga bertujuan memperkuat keselarasan antara kebijakan pemerintah pusat dan kebutuhan daerah, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia, pemerataan pendidikan, serta penguatan ekosistem riset dan teknologi.
KIP Kuliah Menjadi Perhatian dalam Pemerataan Pendidikan Tinggi
Salah satu pembahasan utama dalam kunjungan kerja tersebut adalah perluasan akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Staf Ahli Bidang Regulasi Kemdiktisaintek, Nur Syarifah, menegaskan bahwa perluasan jangkauan program KIP Kuliah perlu terus diupayakan agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, penentuan penerima bantuan pendidikan juga perlu memperhatikan kemungkinan perubahan kondisi ekonomi mahasiswa selama masa perkuliahan. Mahasiswa yang sebelumnya berada dalam kondisi ekonomi cukup baik dapat menghadapi kesulitan keuangan akibat peristiwa tertentu, termasuk bencana.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa.
“Artinya, bisa saja seseorang dikategorikan mampu, namun pada suatu hal tertentu terjadi kondisi seperti bencana dan sebagainya. Itu juga menjadi perhatian untuk KIP,” ujar Nur Syarifah.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk berkontribusi dalam memperluas kesempatan pendidikan melalui dukungan program KIP di tingkat daerah. Peran pemerintah daerah dinilai penting untuk membantu anak-anak setempat yang membutuhkan bantuan biaya agar tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
Dukungan untuk Perguruan Tinggi Swasta Perlu Diperkuat
Selain membahas KIP Kuliah, Kemdiktisaintek turut menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap perguruan tinggi swasta (PTS).
Dukungan tersebut diharapkan dapat terus diperkuat melalui program bantuan operasional yang pelaksanaannya mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan serta selaras dengan kebijakan pemerintah.
Penguatan dukungan kepada PTS menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan tinggi sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah Kabupaten Gianyar turut menyampaikan pandangannya mengenai peran pendidikan dalam pembangunan sumber daya manusia.
Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pendidikan juga perlu membentuk karakter, mengembangkan kreativitas dan keterampilan, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Pendidikan menjadi fondasi utama. Kita membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, keterampilan serta kecintaan terhadap budaya daerah,” ujar Anak Agung Gde Mayun.
Anggaran Kemdiktisaintek 2027 Naik Menjadi Rp66,4 Triliun
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan kerja reses merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPR RI.
Melalui kegiatan tersebut, Komisi X DPR RI berupaya memperoleh masukan dan informasi langsung dari daerah mengenai pelaksanaan kebijakan pemerintah, termasuk berbagai persoalan yang berkaitan dengan sektor pendidikan.
Dalam pembahasan anggaran, Lalu Hadrian menyampaikan bahwa anggaran Kemdiktisaintek pada 2027 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Anggaran yang pada 2026 tercatat sebesar Rp62,6 triliun disebut meningkat menjadi Rp66,4 triliun pada 2027. Kenaikan tersebut menjadi salah satu informasi penting dalam pembahasan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Selain anggaran kementerian, kuota penerima KIP Kuliah juga menjadi perhatian. Lalu Hadrian menyampaikan bahwa kuota yang berjumlah 198 ribu penerima pada 2026 untuk sementara ditetapkan menjadi 220 ribu penerima pada 2027. Ia juga menyebutkan adanya peluang penambahan kuota lebih lanjut.
“Justru ditambah oleh Komisi X bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tahun 2026 ini ada 198 ribu kuota KIP, insyaallah nanti tahun 2027 untuk sementara kita sudah buat 220 ribu kuota KIP,” ujar Lalu Hadrian.
Informasi tersebut menunjukkan adanya rencana peningkatan jumlah penerima bantuan KIP Kuliah pada 2027. Namun, angka 220 ribu penerima yang disampaikan dalam pertemuan tersebut masih merupakan kuota sementara sebagaimana dijelaskan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
Aspirasi Daerah Jadi Bahan Penguatan Kebijakan Pendidikan
Masukan yang diperoleh selama kunjungan kerja reses di Gianyar diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan DPR RI dalam merumuskan serta memperkuat kebijakan pendidikan.
Bagi Kemdiktisaintek, komunikasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian penting untuk memastikan kebijakan pendidikan tinggi dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.
Pembahasan mengenai KIP Kuliah, dukungan kepada perguruan tinggi swasta, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian berkelanjutan.
Melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR RI, upaya memperluas akses pendidikan tinggi diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan dan penguatan karakter generasi muda di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Gianyar, Bali.
![]()















