Banner Sidebar
Banner Sidebar

Sekolah Lansia Semar Yogyakarta Dorong Warga Senior Tetap Sehat, Aktif, dan Mandiri

Sekolah Lansia Semar Yogyakarta di Ngampilan diikuti 30 lansia. (Foto : Warta Jogja)
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

YOGYAKARTA, BeritaSekolah.com – Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia terus dilakukan di Kota Yogyakarta. Salah satunya melalui pembukaan Sekolah Lansia Semar di Balai RW 13 Kampung Ngadiwinatan, Kelurahan Ngampilan, Kota Yogyakarta, pada Rabu (7/10/2026).

Program Sekolah Lansia Semar Yogyakarta ini diikuti oleh 30 peserta lansia atau mahawreda. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta untuk memberikan edukasi serta pendampingan kepada warga lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan memiliki kehidupan yang bermartabat.

Dalam program ini, peserta akan memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan kesehatan fisik, kemampuan kognitif, kehidupan sosial, hingga kesehatan jiwa. Pembelajaran tersebut diharapkan membantu para lansia memahami perubahan yang terjadi seiring bertambahnya usia sekaligus mempersiapkan diri menjalani masa tua dengan lebih baik.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, menyampaikan bahwa Sekolah Lansia diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar kegiatan pembelajaran.

Menurutnya, program ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesehatan, kemandirian, kualitas hidup, serta kebahagiaan masyarakat lanjut usia.

“Melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi, Sekolah Lansia diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi menjadi ruang untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, kesehatan, dan kebahagiaan lansia,” ujarnya.

Retnaningtyas menjelaskan, upaya mendampingi lansia memerlukan dukungan dari berbagai unsur. Pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang ramah terhadap warga senior.

Dengan dukungan tersebut, para lansia diharapkan tetap dapat menjalani kehidupan secara produktif, aktif, sehat, dan mandiri. Upaya ini juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan angka harapan hidup masyarakat di Kota Yogyakarta.

STIKES Bethesda Perkuat Pendampingan Lansia

Ketua STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Vivi Retno Intening, mengatakan bahwa penyelenggaraan Sekolah Lansia merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Program tersebut juga berkaitan dengan keunggulan STIKES Bethesda dalam bidang gerontologi, yaitu ilmu yang mempelajari proses penuaan serta berbagai aspek pelayanan bagi masyarakat lanjut usia.

Vivi menjelaskan, kegiatan pengabdian masyarakat ini telah diselaraskan dengan program Pemerintah Kota Yogyakarta. Sinergi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan lansia.

“Pengabdian masyarakat ini sudah terintegrasikan dengan program Pemerintah Kota Yogyakarta, dengan program yang sinergi bertemakan lansia,” kata Vivi.

Ia menambahkan, tingginya jumlah penduduk lanjut usia di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu pertimbangan STIKES Bethesda untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Melalui Sekolah Lansia, pihaknya ingin ikut mendorong terbentuknya kelompok lansia yang sehat, berdaya guna, serta mampu mempertahankan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.

Vivi juga berharap program ini dapat terus berkembang dan tidak hanya dilaksanakan untuk angkatan pertama di wilayah Ngampilan. Ke depannya, model pembelajaran serupa diharapkan dapat diterapkan di lokasi lain sehingga semakin banyak lansia memperoleh akses edukasi dan pendampingan.

Pembelajaran Interaktif Selama Tiga Pertemuan

Koordinator Sekolah Lansia Semar STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Antonius Yogi Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran disusun dalam tiga kali pertemuan. Setiap sesi berlangsung sekitar tiga jam dengan pendekatan yang aktif dan interaktif.

Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan dari pengajar, tetapi juga mengikuti praktik yang berkaitan dengan persiapan menghadapi masa lanjut usia dan cara menjalani kehidupan pada usia senja.

“Tidak hanya mendengarkan materi, tapi juga melakukan praktik-praktik terkait dengan mempersiapkan dan juga menjalani masa-masa lansianya dengan bahagia, sehat dan bermartabat,” jelasnya.

Materi pembelajaran disiapkan oleh lima tim pengajar dari STIKES Bethesda. Topik yang dibahas meliputi proses penuaan dan sindrom geriatri, gangguan kognitif, peningkatan fungsi intelektual, kebutuhan sosial lansia, aktivitas fisik, serta pencegahan risiko jatuh.

Selain itu, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai kesehatan jiwa, aktivitas fisik yang sesuai bagi lansia, dan self-help group atau kelompok dukungan sesama peserta.

Sebagian kegiatan direncanakan berlangsung di ruang terbuka dengan memanfaatkan pendopo di sekitar lokasi. Metode tersebut diharapkan membuat proses belajar lebih nyaman sekaligus mendorong interaksi antarpeserta.

Yogi berharap Sekolah Lansia Semar dapat membantu para peserta menikmati masa tua dengan lebih sehat dan bahagia. Ia juga ingin pengalaman yang diperoleh peserta dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat lanjut usia lainnya.

“Harapannya, lansia di sini menikmati masa-masa hidup lansia dan mempunyai sesuatu yang kemudian bisa menjadi inspirasi untuk lansia yang lain,” ujar Yogi.

Peserta Diharapkan Menularkan Pengetahuan kepada Masyarakat

Sebanyak 30 peserta Sekolah Lansia Semar diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga mampu membagikan pengetahuan yang didapat kepada keluarga dan lingkungan komunitas masing-masing.

Dengan demikian, dampak program ini diharapkan dapat meluas dan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta kemandirian pada usia lanjut.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran, para peserta akan menerima sertifikat dalam acara penutupan atau wisuda Sekolah Lansia.

Salah seorang peserta, Edy Suyana (61), menyambut positif penyelenggaraan program tersebut. Ia menilai edukasi khusus bagi lansia penting untuk membangun kesadaran mengenai kesehatan, kemandirian, dan peran mereka di tengah masyarakat.

Edy berharap kegiatan ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat sekaligus meningkatkan semangat warga lanjut usia di RW 13 agar tetap aktif dan produktif.

“Harapannya memberikan satu edukasi informatif yang khusus untuk para lansia di wilayah RW 13, menjadikan lansia itu tetap punya kemandirian, lebih semangat menjalani usia yang senja ini untuk tetap bisa mandiri, berdaya guna, dan juga tetap semangat untuk jadi lansia yang bermartabat,” ungkap Edy.

Menurutnya, memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang harus menghentikan berbagai aktivitas yang masih dapat dilakukan. Lansia tetap memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang bermakna sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Ia pun mengajak warga senior agar tidak terjebak dalam anggapan bahwa bertambahnya usia membuat mereka kehilangan kesempatan untuk beraktivitas dan berkontribusi.

“Lansia itu harus tetap sehat, harus tetap semangat, tetap mandiri sebisanya mungkin dan juga tetap bahagia,” ujarnya.

Kehadiran Sekolah Lansia Semar di Ngampilan menjadi salah satu upaya untuk membangun lingkungan yang mendukung kesejahteraan warga lanjut usia. Melalui pendidikan, praktik kesehatan, dan dukungan sosial, para lansia diharapkan mampu menjalani masa tua dengan lebih percaya diri, mandiri, sehat, dan bermartabat.

Loading