Banner Sidebar
Banner Sidebar

Kemdiktisaintek Buka Beasiswa S3 Austria 2027, Simak Persyaratannya

Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

JAKARTA, BeritaSekolah.com – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kembali membuka kesempatan bagi dosen perguruan tinggi di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor melalui program Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) tahun 2027. Program beasiswa ini ditujukan untuk mendukung peningkatan kualifikasi akademik dosen tetap di lingkungan perguruan tinggi yang berada di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Melalui beasiswa S3 Indonesia-Austria 2027, dosen yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan studi doktoral di perguruan tinggi Austria. Program ini menjadi salah satu kesempatan bagi tenaga pendidik untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus memperluas pengalaman penelitian di tingkat internasional.

Pendaftaran beasiswa dilakukan secara daring melalui laman resmi Kualifikasi Dikti. Pelamar perlu memilih menu Beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) dan memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sebelum mengirimkan aplikasi.

Batas akhir pendaftaran program beasiswa ini adalah 1 Maret 2027. Oleh karena itu, calon peserta disarankan mempersiapkan dokumen yang diperlukan sejak awal, terutama proposal penelitian berbahasa Inggris dan surat penerimaan dari perguruan tinggi tujuan di Austria.

Informasi lebih lanjut mengenai program IASP juga dapat diakses melalui situs grants.at. Pelamar yang membutuhkan keterangan tambahan dapat menghubungi administrator beasiswa luar negeri Direktorat Sumber Daya melalui email [email protected].

Syarat Beasiswa S3 Indonesia-Austria 2027 untuk Dosen

Terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi oleh dosen yang ingin mengikuti program Indonesia-Austria Scholarship Programme tahun 2027. Berikut persyaratan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pendaftaran.

1. Berstatus sebagai dosen tetap

Pelamar wajib berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi yang berada di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

2. Memiliki NUPTK terdaftar di PDDikti

Calon penerima beasiswa harus mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang tercatat dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

3. Mendapatkan surat izin dari institusi asal

Pelamar harus melampirkan surat izin dalam bahasa Inggris dari pimpinan perguruan tinggi asal bagi dosen perguruan tinggi negeri (PTN). Sementara itu, dosen perguruan tinggi swasta (PTS) perlu mendapatkan surat izin dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) sesuai wilayah masing-masing.

4. Belum menempuh pendidikan doktoral

Beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen yang belum mempunyai gelar doktor dan tidak sedang menjalani pendidikan doktoral atau program S3 yang masih berlangsung.

5. Memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris

Pelamar wajib memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku, dengan masa berlaku maksimal dua tahun terakhir. Nilai minimum yang dipersyaratkan adalah salah satu dari ketentuan berikut:

  • TOEFL iBT: minimal 90.
  • TOEFL ITP: minimal 550.
  • IELTS: minimal 6,5.

Selain memenuhi nilai minimum IASP, pelamar juga wajib mengikuti ketentuan kemampuan bahasa Inggris dari perguruan tinggi tujuan. Apabila universitas di Austria menetapkan skor yang lebih tinggi, pelamar harus memenuhi persyaratan tersebut.

6. Menyiapkan proposal penelitian berbahasa Inggris

Pelamar diwajibkan mempunyai proposal penelitian atau research proposal sepanjang 5–10 halaman dalam bahasa Inggris. Proposal tersebut harus mendapatkan persetujuan dari calon pembimbing atau supervisor di perguruan tinggi Austria.

Dokumen penelitian perlu mencakup sejumlah komponen berikut:

  • Topik atau judul penelitian.
  • Identitas penulis.
  • Uraian permasalahan penelitian secara jelas.
  • Kajian pustaka yang relevan.
  • Hasil penelitian yang diharapkan.
  • Kontribusi penelitian terhadap pengembangan riset di Austria dan/atau Indonesia.
  • Metodologi penelitian, meliputi desain penelitian, pertanyaan penelitian atau hipotesis, metode yang digunakan, rencana kerja, serta linimasa penelitian.
  • Pernyataan penggunaan kecerdasan buatan generatif atau Artificial Intelligence (AI), apabila digunakan. Pernyataan dapat menjelaskan nama alat AI dan tujuan penggunaannya, misalnya untuk menyempurnakan bahasa serta memperjelas isi proposal.
  • Daftar pustaka.
  • Daftar publikasi peneliti, jika tersedia, atau penjelasan mengenai kualifikasi yang mendukung pelaksanaan penelitian yang diusulkan.

7. Memenuhi batas usia maksimal

Pelamar harus berusia paling tinggi 35 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran beasiswa.

8. Menyertakan CV berbahasa Inggris

Curriculum vitae (CV) harus disiapkan dalam bahasa Inggris. Dokumen ini digunakan untuk menjelaskan latar belakang pendidikan, pengalaman akademik, serta kualifikasi pelamar.

9. Memiliki dua surat rekomendasi akademik

Calon peserta wajib melampirkan dua surat rekomendasi akademik dalam bahasa Inggris. Surat tersebut dapat berasal dari pembimbing program magister atau atasan langsung yang mengetahui kompetensi akademik pelamar.

10. Mempunyai paspor yang masih berlaku

Pelamar harus memiliki paspor aktif dan melampirkan halaman yang menampilkan identitas berupa nama serta foto pemegang paspor.

11. Memiliki Letter of Acceptance (LoA)

Persyaratan berikutnya adalah kepemilikan Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan bersifat tanpa syarat atau unconditional. Dokumen ini harus berasal dari perguruan tinggi Austria atau calon pembimbing penelitian di perguruan tinggi tersebut.

12. Menyiapkan ijazah dan transkrip nilai magister

Pelamar wajib menyertakan ijazah serta transkrip nilai pendidikan magister. Kelulusan program magister harus berada dalam rentang maksimal 10 tahun pada tahun pendaftaran beasiswa.

Jika ijazah dan transkrip nilai belum tersedia dalam bahasa Inggris, kedua dokumen tersebut harus diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah profesional.

13. Melampirkan surat keterangan sehat

Calon peserta harus memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani dalam bahasa Inggris yang diterbitkan oleh dokter rumah sakit pemerintah.

14. Memperhatikan ketentuan bagi pasangan suami istri

Pelamar yang berstatus sebagai pasangan suami istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama tidak diperbolehkan mendaftar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau berada di bawah bimbingan supervisor yang sama.

15. Tidak mendaftar dua program beasiswa secara bersamaan

Pelamar tidak diperkenankan mengajukan beasiswa Ernst-Mach Grants (EMG) ASEA-UNINET dan Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) secara bersamaan.

Cara Mendaftar Beasiswa Indonesia-Austria 2027

Dosen yang berminat mengikuti program beasiswa S3 ini dapat memulai proses pendaftaran dengan mengakses situs resmi Kualifikasi Dikti di https://kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id.

Setelah membuka laman tersebut, pelamar perlu memilih menu Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP), kemudian mengikuti petunjuk pendaftaran dan melengkapi dokumen sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelum mengirimkan aplikasi, pastikan seluruh berkas telah dipersiapkan, termasuk sertifikat bahasa Inggris, CV, dua surat rekomendasi akademik, proposal penelitian yang telah disetujui calon supervisor, serta LoA yang memenuhi ketentuan.

Pendaftaran harus diselesaikan paling lambat 1 Maret 2027. Calon peserta juga dapat memeriksa informasi resmi melalui https://grants.at/en/ atau menghubungi administrator beasiswa luar negeri Direktorat Sumber Daya melalui email [email protected].

Dengan mempersiapkan seluruh persyaratan sejak dini, dosen yang memenuhi kriteria dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melanjutkan pendidikan doktoral di Austria dan mengembangkan kapasitas akademik serta penelitian di bidang keilmuannya.

Loading