MAKASSAR, BeritaSekolah.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah sementara dengan menerapkan pembelajaran daring bagi siswa sekolah selama satu pekan. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan, namun untuk sementara tidak dilakukan secara tatap muka di sekolah.
Keputusan tersebut diharapkan dapat membantu menekan mobilitas masyarakat selama kondisi distribusi BBM dan elpiji 3 kilogram masih menjadi perhatian pemerintah.
Andi Sudirman mengatakan, pembelajaran secara online selama satu minggu merupakan langkah sementara sembari pemerintah memantau perkembangan situasi di lapangan. Setelah masa tersebut berakhir, pelaksanaan kebijakan akan dievaluasi sesuai dengan kondisi terbaru.
“Kita mengambil langkah pembelajaran daring selama satu minggu. Pembelajaran tetap berlangsung hanya tidak tatap muka langsung. Ini sifatnya sementara, karena kita melihat kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat,” ujar Andi Sudirman di Makassar.
Baca Juga : DPPPA Kutai Timur Perkuat Penerapan Sekolah Ramah Anak, 170 Sekolah Ikuti Sosialisasi
Pemprov Sulsel Koordinasi dengan Pertamina
Selain mengatur pola pembelajaran siswa, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkoordinasi dengan Pertamina guna mengatasi persoalan distribusi BBM dan LPG 3 kg.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan serta penyaluran kebutuhan energi masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut Andi Sudirman, pemerintah daerah juga akan menyesuaikan kebijakan pendidikan berdasarkan kondisi wilayah masing-masing.
Ia menyebutkan bahwa Pemprov Sulsel telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Makassar agar kebijakan pembelajaran daring dapat diterapkan pada sekolah sesuai kewenangan pemerintah daerah.
“Kami telah berkoordinasi dengan Bapak Wali Kota Makassar dan akan dilakukan kebijakan yang sama untuk sekolah pada tingkat kewenangannya. Untuk kabupaten kota lainnya dapat menyesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing,” jelasnya.
Pembelajaran Daring untuk Kurangi Mobilitas
Penerapan sekolah daring diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengurangi aktivitas perjalanan masyarakat untuk sementara waktu. Dengan demikian, penggunaan BBM dapat ditekan sembari pemerintah melakukan penanganan terhadap kondisi pasokan.
Gubernur Sulawesi Selatan juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan bersabar selama proses penanganan berlangsung.
“Kita mohon masyarakat tetap bersabar. Pemerintah provinsi dan kabupaten kota terus bekerja dan melakukan koordinasi dengan Pertamina,” tutur Andi Sudirman.
Ia juga mendorong Pertamina untuk mengambil sejumlah langkah cepat guna menjaga ketersediaan BBM di Sulawesi Selatan.
Beberapa langkah yang diharapkan dilakukan antara lain memperlancar distribusi BBM, mengamankan stok, serta mempertimbangkan penambahan kuota BBM untuk wilayah Sulsel.
Selain itu, pengawasan terhadap operasional nozzle di SPBU juga perlu diperketat untuk memastikan penyaluran BBM berlangsung sesuai ketentuan.
“Kita berharap Pertamina dapat melakukan langkah-langkah cepat termasuk distribusi BBM untuk amankan stok, menambah kuota BBM untuk Sulsel, sidak operasional nozzle SPBU dan pengetatan lainnya,” kata Andi Sudirman.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan siap memberikan dukungan dalam proses pengawasan dan penanganan di lapangan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan kabupaten/kota.
Melalui koordinasi lintas instansi tersebut, pemerintah berharap persoalan distribusi BBM dan LPG 3 kg dapat segera ditangani sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan, dapat kembali berjalan secara normal.
![]()















