Banner Sidebar
Banner Sidebar

Daya Beli Keluarga Tertekan, Biaya Pendidikan Jadi Beban Rumah Tangga

Foto: Ilustrasi (AI/Red.BS)
Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

JAKARTA, BeritaSekolah.com — Pendidikan tetap menjadi kebutuhan penting bagi keluarga Indonesia, tetapi biaya yang harus dikeluarkan untuk menunjang sekolah anak menjadi perhatian ketika daya beli rumah tangga menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

Beban pendidikan tidak hanya berupa biaya sekolah. Kebutuhan seperti transportasi, perlengkapan sekolah, buku, seragam, kursus hingga kebutuhan pendukung pembelajaran juga ikut memengaruhi pengeluaran keluarga. Badan Pusat Statistik (BPS) secara khusus mencatat biaya pendidikan, beasiswa dan bantuan pendidikan, serta transportasi peserta didik dalam Statistik Penunjang Pendidikan.

Dari sisi harga, BPS juga memasukkan pendidikan sebagai salah satu kelompok pengeluaran dalam Indeks Harga Konsumen (IHK). Data terbaru yang diperbarui pada 1 September 2026 mencakup pendidikan dasar dan anak usia dini, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, serta pendidikan lainnya.

Kondisi tersebut membuat pengeluaran pendidikan perlu dilihat dalam konteks kemampuan ekonomi masing-masing keluarga. Kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari dapat mempersempit ruang anggaran rumah tangga untuk membiayai kebutuhan pendidikan anak.

BPS mencatat harga berbagai barang dan jasa pendidikan melalui Survei Harga Konsumen. Publikasi terbaru mengenai harga konsumen kelompok pendidikan mencakup 150 kabupaten/kota dan menggunakan data survei harga bulanan. Perbedaan harga antarwilayah juga dapat terjadi karena perbedaan kualitas barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.

Persoalan ini menjadi semakin penting karena akses pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya sekolah. Kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan penunjang pendidikan juga dapat memengaruhi keberlangsungan proses belajar anak.

Karena itu, kebijakan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran. Pemerintah juga perlu memastikan berbagai program bantuan pendidikan mampu menjangkau keluarga yang paling membutuhkan, terutama ketika tekanan biaya hidup membuat kemampuan membiayai pendidikan semakin terbatas.

Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan kebijakan pendidikan berjalan seiring dengan kebijakan ekonomi yang menjaga daya beli masyarakat. Pendidikan yang berkualitas akan sulit diwujudkan apabila sebagian keluarga harus menghadapi pilihan antara memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai kebutuhan pendidikan anak.

Dengan demikian, persoalan biaya pendidikan bukan semata isu sekolah, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi ekonomi rumah tangga. Menjaga agar anak tetap dapat bersekolah di tengah perubahan biaya hidup menjadi salah satu tantangan penting kebijakan pendidikan nasional. (*)

Loading