Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Perguruan Tinggi Jadi Mitra Strategis dalam Pemulihan Pascabencana dan Pembangunan Daerah Sebagai berikut:
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam upaya pemulihan pascabencana melalui penguatan layanan kesehatan bagi penyintas banjir di Aceh Tamiang.
Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Safrizal Zakaria Ali dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencana adalah menjamin keselamatan masyarakat, terutama di sektor kesehatan.
Sebagai tindak lanjut, Safrizal menggagas keterlibatan perguruan tinggi dalam pemulihan pascabencana melalui Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) yang menggelar kegiatan penguatan layanan kesehatan di hunian sementara (huntara) penyintas banjir Aceh Tamiang, Senin (15/6).
“Dalam kondisi darurat bukan masyarakat yang datang, tapi dokter-dokter yang harus datang. Ini bagian dari bakti perguruan tinggi kepada masyarakat,” kata Safrizal yang juga menjabat Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Syiah Kuala.
USK menurunkan tim dokter spesialis, mulai dari spesialis jantung anak, obstetri dan ginekologi, hingga psikolog untuk membantu pemulihan kesehatan dan trauma pascabencana.
Safrizal berharap inisiatif tersebut tidak berhenti di Aceh Tamiang, melainkan dapat diperluas ke daerah terdampak lainnya. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lain, termasuk di Sumatera Utara, guna membantu membangkitkan semangat masyarakat pascabencana.
Selain itu, ia meminta tim USK menyampaikan berbagai temuan di lapangan sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam memperkuat upaya pemulihan.
“Tim yang telah turun ke masyarakat, tolong catat apa yang bisa diberikan kepada saya baik sebagai Ketua MWA atau sebagai Kepala Posko Satgas Bencana. Sarankan kepada kami apa yang bisa kita lakukan,” ujarnya.
Safrizal menegaskan bahwa ilmu pengetahuan akan menemukan maknanya ketika mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ilmu tidak hanya sekadar ilmu, tetapi ilmu pengetahuan menemukan maknanya ketika mampu memberikan manfaat bagi manusia,” katanya.
Di sisi lain, pemulihan sarana dan prasarana kesehatan pascabencana di tingkat makro menunjukkan perkembangan positif.
Data Kementerian Kesehatan dan Posko Satgas PRR per 8 Juni 2026 menunjukkan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas di tiga provinsi terdampak yang sempat berhenti beroperasi telah kembali beroperasi normal.
Dari total 2.952 puskesmas pembantu, sebanyak 99,76 persen telah pulih, menyisakan enam unit yang masih menggunakan gedung pengganti.
Selain fokus pada layanan kesehatan, kunjungan kerja Safrizal di Aceh Tamiang juga meninjau pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih.
Ia mengecek langsung sumur bor yang telah dibangun Satgas PRR di Gampong Johar dan kini menjadi sumber air utama bagi warga sekitar.
Di lokasi tersebut terdapat 300 kepala keluarga (KK), dengan 20 KK di antaranya telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Sementara itu, 280 KK lainnya masih menunggu hasil verifikasi untuk memperoleh bantuan perbaikan rumah kategori rusak ringan dan sedang.
Kunjungan kerja di Aceh Tamiang ditutup dengan peninjauan PDAM Mon Krueng Baro yang mengalami kerusakan pada mesin intake serta ribuan meter pelanggan akibat bencana.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Safrizal menyampaikan Satgas PRR akan segera menyalurkan bantuan 25 ton polyaluminium chloride (PAC) berstandar “food grade” guna mendukung proses penjernihan air secara massal.
Demikian kami sampaikan informasi Perguruan Tinggi Jadi Mitra Strategis dalam Pemulihan Pascabencana dan Pembangunan Daerah semoga bermanfaat.
![]()















