Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Sekolah Rakyat Hanya Tampung 0,5% Anak Putus Sekolah, BEM UGM Sebut Seperti Parasetamol Sebagai berikut:
Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah dianggap hanya mampu menampung sekitar 0,5 persen dari total anak putus sekolah di Indonesia. Dalam hal ini, apabila kapasitas Sekolah Rakyat ditingkatkan hingga 20.000 siswa. Adanya program “Sekolah Rakyat” untuk anak putus sekolah merupakan parasetamol untuk menutupi kegagalan sistemik.
Negara seharusnya menjamin pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan sejak awal; bukan mengglorifikasi program karitatif yang diposisikan seolah cukup memadai,” tulis BEM UGM dalam akun Instagram @bem.ugm, dikutip Rabu (4/3).
Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan Sekolah Rakyat untuk anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah. Di sekolah ini anak diberi penginapan, makan bergizi, dan dijamin kesehatannya.
Sekolah Rakyat ini berjumlah total 166 sekolah di seluruh Indonesia. Padahal jumlah anak usia 7–18 tahun yang berada dalam kategori putus sekolah mencapai sekitar 3,79 juta orang.
Sedangkan total anak yang tidak pernah sekolah atau sudah putus sekolah sekitar 4,16 juta.
Jika dibandingkan dengan skala masalah tersebut, maka kapasitas program Sekolah Rakyat dinilai masih sangat terbatas. Pemerintah hanya menargetkan pembangunan sekitar 166 sekolah yang mampu menampung sekitar 16.000 siswa pada tahap awal.
“Biaya yang dialokasikan dari pemerintah per siswa di Sekolah Rakyat mencapai Rp48,2 juta per tahun, yang jauh lebih besar dibanding satuan biaya BOS reguler 2025 yang berada pada kisaran Rp 940.000–Rp 1,69 juta per siswa per tahun,” tulis BEM UGM. BEM UGM menilai Sekolah Rakyat yang dijalankan sangat memerlukan kajian ulang melalui perbandingan biaya efektivitas.
“Jika Program Sekolah Rakyat terus dipaksakan berjalan menjadi “sekolah darurat” untuk menekan angka putus sekolah/tidak pernah sekolah, tanpa kajian ulang yang baik, maka selama itu pula sistem pendidikan di Indonesia belum bisa merata,” jelas tulis BEM UGM.
Demikian kami sampaikan informasi Sekolah Rakyat Hanya Tampung 0,5% Anak Putus Sekolah, BEM UGM Sebut Seperti Parasetamol semoga bermanfaat.
Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com
