Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Libur Sekolah Tiba, Desa Wisata Penglipuran Targetkan Lonjakan Wisatawan Domestik Sebagai berikut:
Pengelola Desa Wisata Penglipuran di Kelurahan Kubu Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli, Bali berupaya menggaet kunjungan wisatawan dengan menyasar wisatawan domestik (wisdom) di periode libur sekolah antara lain penyelenggaraan Penglipuran Village Festival 2026.
“Penglipuran Village Festival pada tanggal 9-11 Juli, dari pengalaman kami tahun lalu pelaksanaan di akhir-akhir libur panjang kami mendapatkan antusias luar biasa sehingga tahun ini kami optimistis,” kata Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa.
Sumiarsa di Denpasar, Senin, menargetkan 3.000-4.000 wisatawan datang per hari, dan seperti hari biasa didominasi wisatawan domestik.
Dari catatannya, wisatawan paling membludak datang pada hari pertama, karena di hari itu akan berlangsung tarian massal di tengah jalan desa oleh ratusan penari yang menjadi ciri khas Penglipuran.
“Kami menargetkan kunjungan selama festival itu akan kelihatan naik di puncaknya yaitu hari pembukaan, ada tarian massal tari Pendet, jadi semua orang tidak langsung masuk ke lokasi pembukaan tapi ditahan di tengah desa, mereka akan masuk diiringi tarian,” ujar Sumiarsa.
Setelah atraksi penari, masyarakat desa akan menghadirkan parade gebogan, total dalam sehari 150-200 orang akan terlibat.
Pengelola Desa Wisata Penglipuran menjelaskan dengan memanfaatkan sisa libur panjang, diharapkan wisatawan menghabiskan seluruh liburnya di desa berpredikat desa terbersih oleh UNWTO itu.
“Festival ini kan yang kita lihat efek gandanya khususnya kepada UMKM dan homestay warga, dari pengalaman kami tahun lalu ketika festival okupansi hunian mendekati 100 persen dibandingkan hari-hari biasa di bawah 50 persen, itu yang kami harapkan,” tuturnya.
Untuk memuaskan wisatawan yang menghabiskan liburnya mengikuti rangkaian Penglipuran Village Festival 2026, masyarakat desa menyiapkan berbagai rangkaian acara berkaitan dengan pariwisata inklusif, berkelanjutan dan regeneratif.
Pada hari pertama pengelola dan masyarakat akan banyak menonjolkan atraksi budaya yang ditampilkan warga sekitar termasuk disabilitas sebagai wujud inklusifitas.
Pada hari kedua akan banyak aktivitas lingkungan yang bisa diikuti wisatawan, dan hari ketiga aktivitas kesehatan salah satunya program yoga tertawa.
Penglipuran Village Festival hendak mendorong wisatawan terlibat lebih banyak dalam memberikan manfaat ke desa tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, terbukti selama festival tidak dilakukan perubahan harga untuk masuk.
“Ada empat komponen yang kami terus dorong yaitu something to learn dan something to do yaitu wisatawan bisa belajar dan mempraktekkan pembuatan lukisan bambu misalnya, something to buy, dan something to see mereka bisa melihat keindahan dari tata ruang desanya kami dan hutan bambunya kami,” tutur Sumiarsa.
Demikian kami sampaikan informasi Libur Sekolah Tiba, Desa Wisata Penglipuran Targetkan Lonjakan Wisatawan Domestik semoga bermanfaat.
![]()















