JAKARTA, BeritaSekolah.com — Anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk 2027 disepakati sebesar Rp61,1 triliun. Besarnya anggaran tersebut kembali menempatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu isu penting dalam pembahasan kebijakan pendidikan nasional.
Komisi X DPR RI meminta agar anggaran pendidikan tidak hanya dilihat dari besarnya nominal, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Guru menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian karena kualitas pendidikan sangat berkaitan dengan kondisi dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Pembahasan anggaran tersebut berlangsung di tengah berbagai persoalan pendidikan yang masih membutuhkan penyelesaian. Selain kesejahteraan guru, pemerintah menghadapi tantangan pemerataan tenaga pendidik, peningkatan kompetensi guru, serta kesenjangan sarana dan prasarana sekolah.
DPR menilai alokasi anggaran harus mampu menjawab persoalan tersebut secara konkret. Penggunaan anggaran juga perlu diawasi agar program yang dijalankan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan sekolah dan tenaga pendidik.
Persoalan kesejahteraan guru tidak hanya berkaitan dengan besaran pendapatan. Aspek lain seperti kepastian status, kesempatan pengembangan kompetensi, beban kerja, serta pemerataan guru juga menjadi bagian dari persoalan yang perlu mendapatkan perhatian.
Di sisi lain, sekolah di berbagai daerah memiliki kondisi yang berbeda. Sekolah di wilayah perkotaan relatif memiliki akses yang lebih baik terhadap fasilitas dan tenaga pendidik, sementara sejumlah daerah masih menghadapi keterbatasan guru dan sarana pembelajaran.
Karena itu, anggaran Rp61,1 triliun menjadi ujian bagi pemerintah untuk menunjukkan bahwa belanja pendidikan dapat menghasilkan perubahan nyata. Besarnya anggaran perlu diikuti dengan perencanaan program yang tepat sasaran, transparansi, dan pengawasan yang kuat.
Bagi guru, pertanyaan terpenting bukan semata-mata berapa besar anggaran pendidikan yang disiapkan pemerintah, melainkan sejauh mana kebijakan tersebut berdampak terhadap kehidupan dan profesionalitas mereka di sekolah.
Sementara bagi siswa dan orang tua, keberhasilan anggaran pendidikan pada akhirnya akan terlihat dari kualitas pembelajaran, kondisi sekolah, ketersediaan guru, serta semakin mudahnya masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang bermutu.
Dengan demikian, pagu Rp61,1 triliun untuk Kemendikdasmen pada 2027 bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Anggaran tersebut akan menjadi salah satu instrumen penting untuk mengukur sejauh mana pemerintah mampu memperbaiki persoalan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru. (*)
![]()















