Sekolah Terintegrasi, Strategi Pemerataan Pendidikan Tanpa Mengorbankan Mutu

Berita Sekolah menyampaikan informasi tentang Sekolah Terintegrasi, Strategi Pemerataan Pendidikan Tanpa Mengorbankan Mutu, semoga informasi ini bermanfaat


Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Sekolah Terintegrasi, Strategi Pemerataan Pendidikan Tanpa Mengorbankan Mutu Sebagai berikut:

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan rencana pendirian Sekolah Terintegrasi. Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali, menyebutkan Sekolah Terintegrasi merupakan jawaban atas pendidikan yang mampu menjangkau seluruh wilayah secara lebih merata sekaligus meningkatkan kualitas layanan pembelajaran. Hal itu dikatakan Arif pada Konsolidasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

 “Sekolah Terintegrasi ini menjawab dua masalah utama pendidikan, yaitu mutu yang belum optimal dan timpang antarwilayah,” ujarnya.

Menurut Arif,  Sekolah Terintegrasi hadir dengan  fasilitas lengkap, sistem yang terstruktur dan berkelanjutan dalam satu kawasan pendidikan terpadu.

“Melalui Sekolah Terintegrasi, akan kita bangun sistem yang memastikan layanan pendidikan berkualitas, menjadi rujukan bagi sekolah sekitar dalam menyediakan layanan yang efisien dan sesuai kebutuhan, serta menjadi pusat peningkatan dan keberlanjutan mutu pendidikan di satu wilayah,” jelasnya.

Sekolah Terintegrasi ini bersifat inklusif dan bebas pungutan biaya. Bila Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin (desil 1 dan 2), serta Sekolah Unggul Garuda  menyasar peserta didik dengan prestasi akademik maupun non-akademik sangat tinggi (gifted and talented), Sekolah Terintegrasi ditujukan bagi anak-anak berprestasi dari seluruh kelompok masyarakat secara inklusif, tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi.

Dikatakan Arif, Sekolah Terintegrasi memiliki tiga transformasi kunci, yakni, pertama,  transformasi infrastruktur melalui penyediaan fasilitas lengkap untuk mendukung pembelajaran berkelas dunia, seperti laboratorium lengkap hingga lahan praktik pertanian dan peternakan sebagai bagian dari penguatan keterampilan peserta didik.

Kedua, transformasi sumber daya manusia dengan menghadirkan guru berkualitas yang direkrut melalui sistem seleksi dan pelatihan terstruktur, serta didukung Teaching and Learning Center sebagai ruang pengembangan strategi pembelajaran dan peningkatan kompetensi.

Ketiga, transformasi pembelajaran melalui sistem yang berkelanjutan antarjenjang dengan kurikulum kombinasi (nasional dan internasional), pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports), yang diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya (Mandarin, Jepang, Arab, hingga Perancis) sebagai pengantar komunikasi, serta dilengkapi program sertifikasi pelatihan dan penguatan keahlian peserta didik.

Pembangunan Sekolah Terintegrasi dilakukan melalui  melalui dua pendekatan, yaitu pembangunan sekolah baru dan peningkatan (upgradingsekolah eksisting. Pembangunan sekolah baru berupa pembangunan sekolah negeri oleh Pemerintah Pusat dan pembangunan sekolah baru melalui kerja sama dengan pihak swasta, dengan skema pembangunan oleh pihak swasta dan biaya operasional oleh Pemerintah Pusat, di lahan seluas 20–30 hektare dengan fasilitas modern dan lengkap. Sementara itu, upgrading dilakukan melalui peningkatan sekolah swasta terintegrasi eksisting dan peningkatan sekolah negeri dengan pendekatan konsolidasi sekolah negeri dengan capaian baik dalam satu kecamatan, serta pembangunan unit tambahan di sekitar sekolah induk.

Demikian kami sampaikan informasi Sekolah Terintegrasi, Strategi Pemerataan Pendidikan Tanpa Mengorbankan Mutu semoga bermanfaat.

Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com