Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Sekolah dan Keluarga Bersatu, Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 Sebagai berikut:
“Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Kunci keberhasilan juga terletak pada peran keluarga dan orang tua,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, di hadapan ratusan kepala sekolah dan guru pada kegiatan peluncuran TK Aisyiyah Busnatul Athfal (ABA) 1 sebagai unggulan di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (4/4).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamen Fajar menekankan bahwa transformasi pendidikan nasional akan sulit tercapai tanpa adanya sinergi yang kuat antara lingkungan rumah dan sekolah, terutama dalam menangani dampak derasnya arus informasi di media sosial. Ia mengingatkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar sebagai pilar utama pendidikan, sehingga kolaborasi yang harmonis dengan para guru di sekolah menjadi hal mutlak menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan murid secara optimal.
Fajar menjelaskan bahwa fokus pada peran keluarga sejalan dengan laporan unggulan Bank Dunia 2026, “Building Human Capital Where It Matters: Homes, Neighborhoods, and Workplaces”. Laporan tersebut menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh lingkungan terkecil. “Pendidikan karakter itu dibentuk pada usia emas, 0 sampai 6 tahun. Hari ini yang diperlukan oleh murid-murid kita adalah kehadiran dan perhatian nyata dari orang tua di rumah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar mengungkapkan keprihatinannya terhadap dominasi gawai dan media sosial yang memicu masalah kesehatan mental serta rendahnya literasi murid. Ia mengingatkan bahwa per 28 Maret 2026, pemerintah telah mengambil langkah tegas dan resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) untuk membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.
“Kemampuan komunikasi anak-anak kita menurun drastis, yang berimbas pada rendahnya tingkat literasi dalam memahami persoalan. Guru dan orang tua harus menjadi role model dengan memberikan contoh langsung pembiasaan membaca buku, berinteraksi dengan anak, dan membatasi penggunaan gawai,” tegasnya.
Terkait transformasi pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengucurkan berbagai program strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan. Wamen Fajar memaparkan sejumlah langkah nyata, mulai dari Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan model swakelola, penyaluran papan interaktif digital (interactive flat panel), hingga program penguatan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).
Sisi kesejahteraan dan kapasitas guru dan tenaga pendidik juga menjadi prioritas. Pemerintah menganggarkan Rp 1 triliun untuk pelatihan guru yang mencakup pembelajaran mendalam (deep learning), koding dan kecerdasan artifisial (KKA), serta penguatan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) melalui 7 Jurus BK Hebat. Selain itu, tersedia Beasiswa Pendidikan Indonesia bagi guru aktif yang belum S1/D4 yang terintegrasi dengan Program Profesi Guru (PPG).
“Pendidikan tanpa inovasi akan ditinggal zaman, bahkan dikubur oleh perubahan. Kami mengapresiasi Kabupaten Ngawi serta peran aktif organisasi serta lembaga pendidikan non pemerintah yang terus mendukung kebijakan pendidikan nasional. Mari berkolaborasi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi masa depan bangsa,” pungkas Wamen Fajar.
Sejalan dengan visi Indonesia Emas, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan pendidikan nasional, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana. Saat ini, kondisi fasilitas pendidikan di Ngawi berada pada kategori baik dengan persentase mencapai 85 persen.
Bupati Ony berharap dukungan pusat melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan terus berlanjut bagi sekitar 500 sekolah dasar dan sekitar 80 SMP baik negeri maupun swasta di wilayahnya. “Kami terus berupaya memfasilitasi sarana prasarana sebagai komitmen daerah. Semoga di pertengahan tahun ini, ada tambahan revitalisasi untuk lembaga-lembaga sekolah di Ngawi,” ungkap Ony.
Selain kesiapan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Ngawi juga menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan mulai 6 April 2026. Bupati Ony memastikan bahwa Dinas Pendidikan telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap perangkat dan jaringan di berbagai sekolah. Ia juga optimis terhadap tingkat partisipasi murid dalam ujian tersebut.
“Alhamdulillah, sekolah-sekolah sudah menyiapkan perangkat hingga jaringannya. Untuk tingkat partisipasi, semua murid dipastikan akan mengikuti TKA ini,” jelas Bupati Ony terkait pelaksanaan TKA SMP pada 6-16 April dan TKA SD pada 20-30 April mendatang.
Wamen Fajar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi melalui partisipasi semesta dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif. Serta menitikberatkan pada fungsi keluarga bukan hanya sebagai pendukung, tetapi kunci utama dalam membangun karakter, ilmu, dan penguasaan teknologi murid demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang tangguh menuju generasi Indonesia Emas 2045.
Demikian kami sampaikan informasi Sekolah dan Keluarga Bersatu, Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 semoga bermanfaat.
Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com
