Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN, Ini Rencana Kemendikdasmen di 2026

Berita Sekolah menyampaikan informasi tentang Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN, Ini Rencana Kemendikdasmen di 2026, semoga informasi ini bermanfaat


Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN, Ini Rencana Kemendikdasmen di 2026 Sebagai berikut:

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)berkomiten untuk terus meningkatkan kesejahteraan, kompetensi, kepastian status dan perlindungan bagi guru-guru non-ASN. Pada tahun 2026 ini,  Kemendikdasmen telah menganggarkan lebih dari Rp14 triliun untuk aneka

tunjangan bagi guru non-ASN. Dengan penyaluran ini, diharapkan guru semakin sejahtera dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG), Nunuk Suryani, mengatakan, penyediaan anggaran dan berbagai program itu sebagai bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam memastikan guru non-ASN dapat menjalankan perannya secara profesional dan bermartabat.

“Kami menyadari dan memahami betul tantangan yang dihadapi guru, baik ASN dan non-ASN. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat sejumlah kebijakan strategis termasuk penataan status, sertifikasi, kesejahteraan dan perlindungan guru. Semua ini dilakukan bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait,” ujar Nunuk di Jakarta, Senin (26/1).

Menurut Nunuk, komitmen tahun 2026 tersebut melanjutkan berbagai langkah kebijakan yang telah dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Pertama, dalam 5 tahun terakhir, pemerintah  telah mengangkat lebih dari 900 ribu guru non-ASN  menjadi  PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)

Kedua,  sepanjang tahun  2024 -. 2025, lebih dari 750 ribu guru non-ASN mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), baik melalui jalur PPG Calon Guru maupun PPG Guru Tertentu. Melalui PPG, guru berhak mendapat kesempatan yang setara untuk memperoleh sertifikasi pendidik sebagai pengakuan profesional sekaligus upaya peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah.

Ketiga, mulai tahun 2026, pemerintah menaikkan bantuan insentif untuk guru non-ASN, yang sebelumnya Rp 300.000 menjadi Rp 400.000 per orang per bulan. Kemendikdasmen telah menganggarkan sekitar Rp1,8 triliun untuk sebanyak 377.143 guru. Anggaran ini naik lebih dari Rp1 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini diharapkan dapat mendorong profesionalisme guru, meningkatkan mutu pembelajaran, dan menjadi motivasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas.

Demikian kami sampaikan informasi Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN, Ini Rencana Kemendikdasmen di 2026 semoga bermanfaat.

Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com