Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Pendidikan Jadi Prioritas, Papua Tengah Targetkan Penurunan Anak Tidak Sekolah Sebagai berikut:
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah mencatat program prioritas di bidang pendidikan, yakni mampu menurunkan secara signifikan angka anak tidak sekolah (ATS).
Kabid Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah Yulianus Kuayo di Nabire, Jumat, mengatakan jumlah ATS di Papua Tengah turun dari 205.000 anak pada 2024 menjadi 131.000 anak pada 2026.
“Artinya sekitar 74 ribu anak yang sebelumnya tidak sekolah berhasil ditangani melalui berbagai program pendidikan,” katanya.
Ia menjelaskan, penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah kebijakan, di antaranya sekolah gratis yang mampu meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurut dia, biaya pendidikan yang sebelumnya menjadi kendala kini tidak lagi menjadi hambatan utama, sehingga banyak anak kembali mengenyam pendidikan.
Selain itu, Pemprov Papua Tengah juga memberikan bantuan kepada anak-anak yang tinggal di asrama, khususnya bagi mereka yang berasal dari daerah konflik.
“Setiap siswa yang tinggal di asrama mendapat bantuan Rp10 juta per tahun. Di Nabire, misalnya, asrama SD Negeri Tanah Merah di Yaro, Nabire, menampung sekitar 60 anak dari wilayah konflik seperti Intan Jaya dan Dogiyai,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut memungkinkan anak-anak yang sebelumnya putus sekolah dari daerah asal dapat kembali belajar dan terdata sebagai peserta didik aktif.
Faktor lain yang turut berkontribusi adalah penempatan tenaga pengajar melalui program Guru Mapega (Majukan Pendidikan Gratis Anak) di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta wilayah konflik.
Kehadiran guru asli Papua tersebut dinilai mampu mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang sebelumnya tidak berjalan optimal.
“Dengan adanya guru Mapega, sekolah di daerah 3T kembali aktif sehingga menarik minat anak-anak untuk kembali sekolah,” katanya.
Ke depan, pemerintah provinsi juga akan mengembangkan 10 titik sekolah binaan di kabupaten-kabupaten yang memiliki angka ATS tinggi, terutama di wilayah 3T.
Program tersebut akan didukung melalui kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten dengan mengerahkan tenaga Guru Mapega.
Ia menegaskan, seluruh program pendidikan harus berjalan selaras dan terukur, dengan indikator utama penurunan ATS, peningkatan mutu pendidikan, serta terpenuhinya hak anak untuk bersekolah.
Demikian kami sampaikan informasi Pendidikan Jadi Prioritas, Papua Tengah Targetkan Penurunan Anak Tidak Sekolah semoga bermanfaat.
Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com
