JAYAPURA, BeritaSekolah.com – Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan di Provinsi Papua melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 214 satuan pendidikan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan total alokasi dana mencapai lebih dari Rp208 miliar.
Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak.
Salah satu sekolah yang menerima manfaat program ini adalah SMA Negeri 2 Kota Jayapura. Sekolah yang memiliki pemandangan langsung ke Samudra Pasifik tersebut tengah menjalani pembangunan dan perbaikan fasilitas dengan dukungan anggaran lebih dari Rp2 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanay, menjelaskan bahwa kondisi sejumlah bangunan sekolah yang telah berusia sekitar 40 tahun menjadi alasan penting dilakukannya pembenahan fasilitas pendidikan.
Pada tahap perencanaan awal, bantuan revitalisasi ditujukan untuk memperbaiki tujuh ruang kelas. Namun, setelah dilakukan evaluasi dan penghitungan kembali terhadap kebutuhan pembangunan, sekolah berhasil mengoptimalkan penggunaan anggaran.
Hasilnya, program tersebut mencakup pembangunan tiga ruang kelas baru, rehabilitasi empat ruang kelas, serta pengembangan lantai dua untuk tiga ruang kelas tambahan.
Lea menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta pemerintah daerah yang telah mendukung peningkatan fasilitas pendidikan di sekolahnya.
Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kenyamanan belajar sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi seluruh warga sekolah.
Revitalisasi Sekolah di Papua Libatkan Tenaga Kerja Lokal
Selain memperbaiki fasilitas pendidikan, pelaksanaan revitalisasi sekolah di Papua pada 2026 juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Melalui mekanisme swakelola, pembangunan di SMAN 2 Jayapura melibatkan sejumlah tenaga kerja lokal yang sebagian besar merupakan putra asli Papua.
Menariknya, salah satu pekerja yang berpartisipasi dalam pembangunan merupakan penyandang disabilitas tunawicara.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa program revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga membuka kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi masyarakat.
SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura Rampungkan Revitalisasi 100 Persen
Manfaat program serupa juga dirasakan SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura. Sekolah yang berdiri sejak 31 Oktober 1991 tersebut mendapatkan bantuan revitalisasi pada 2026 dengan nilai anggaran lebih dari Rp1,1 miliar.
Kepala SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, Sonya N. Rumanasen, mengungkapkan bahwa seluruh pekerjaan pembangunan telah diselesaikan dengan capaian 100 persen.
Proses revitalisasi berlangsung selama empat bulan, mulai Mei hingga Agustus 2026.
Melalui sistem swakelola, sekolah memperoleh bantuan perbaikan sejumlah fasilitas penting, meliputi ruang administrasi sekaligus ruang guru, ruang kepala sekolah, laboratorium IPA, dan satu ruang kelas.
Namun, berkat optimalisasi anggaran selama proses pengerjaan, jumlah ruang kelas yang diperbaiki berhasil ditingkatkan menjadi empat ruangan.
Perubahan tersebut mendapatkan sambutan positif dari masyarakat sekitar, termasuk jemaat gereja yang turut memperhatikan perkembangan sekolah.
Sonya berharap kondisi bangunan yang semakin baik dapat meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap kualitas pendidikan di SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, sekolah juga diharapkan mampu menarik minat lebih banyak calon peserta didik pada tahun-tahun mendatang.
Fasilitas Sekolah Lebih Baik, Semangat Belajar Siswa Meningkat
Perubahan kondisi bangunan sekolah turut memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa.
Roby Aikarem May, siswa kelas IX SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan bantuan revitalisasi, sejumlah fasilitas sekolah berada dalam kondisi kurang layak.
Beberapa bagian plafon mengalami kerusakan, sementara atap seng yang bocor menyebabkan air hujan kerap masuk ke dalam ruangan.
Selain itu, sejumlah meja dan kursi yang digunakan siswa juga telah mengalami kerusakan sehingga mengurangi kenyamanan selama kegiatan pembelajaran.
Setelah program revitalisasi selesai, kondisi sekolah mengalami perubahan signifikan.
Plafon yang sebelumnya rusak telah diperbaiki dan diganti. Lantai ruangan juga telah menggunakan keramik baru sehingga lingkungan belajar terlihat lebih bersih dan tertata.
Menurut Roby, fasilitas yang lebih baik membuat dirinya dan teman-teman semakin nyaman serta bersemangat mengikuti pelajaran.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk menjaga sarana sekolah agar fasilitas yang telah diperbaiki dapat digunakan dalam jangka panjang.
Roby berharap siswa yang nantinya bersekolah di tempat tersebut tidak merusak perlengkapan maupun mencoret dinding bangunan.
Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti atas bantuan pembangunan yang telah diberikan.
Mendikdasmen Dorong Pemerataan Fasilitas Pendidikan di Papua
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan lingkungan belajar yang berkualitas bagi seluruh peserta didik.
Dalam keterangannya di Jayapura pada Senin (19/10/2026), Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pelaksanaan program revitalisasi di wilayah tersebut menunjukkan perkembangan positif.
Sejumlah sekolah bahkan telah menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
Pemerintah berharap perbaikan fasilitas pendidikan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi infrastruktur, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, serta optimisme generasi muda Papua dalam meraih masa depan.
Peningkatan sarana dan prasarana sekolah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah.
Sebanyak 214 Sekolah di Papua Terima Program Revitalisasi 2026
Berdasarkan data hingga Oktober 2026, sebanyak 214 satuan pendidikan di Provinsi Papua telah menandatangani PKS program revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp208 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 satuan pendidikan telah menyelesaikan pembangunan dengan progres mencapai 100 persen.
Sekolah yang telah merampungkan revitalisasi terdiri atas 13 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 23 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, program ini juga telah melibatkan sebanyak 2.821 tenaga kerja lokal di berbagai wilayah Papua.
Sementara itu, khusus di Kota Jayapura, tercatat 47 satuan pendidikan telah melakukan penandatanganan PKS dengan total anggaran lebih dari Rp41 miliar.
Sebanyak delapan sekolah di Kota Jayapura telah menyelesaikan seluruh pekerjaan pembangunan, terdiri atas lima PAUD dan tiga SMP.
Pelaksanaan revitalisasi di wilayah tersebut juga memberikan kesempatan kerja bagi 535 pekerja lokal.
Melalui dukungan anggaran dan keterlibatan masyarakat, program revitalisasi sekolah di Papua pada 2026 diharapkan mampu mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Pemerintah juga berharap pembenahan infrastruktur pendidikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Tanah Papua.
![]()













