JAKARTA, BeritaSekolah.com – Kemdiktisaintek Dorong Inovasi Manajemen, Perkuat Tata Kelola Perguruan Tinggi Berbasis Kinerja
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi di Indonesia melalui penerapan inovasi manajemen yang berorientasi pada kinerja dan pemanfaatan data.
Langkah strategis tersebut bertujuan menciptakan sistem pengelolaan pendidikan tinggi yang lebih efektif, transparan, terukur, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) yang berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Inovasi Manajemen Jadi Kunci Transformasi Pendidikan Tinggi
Badri Munir Sukoco menegaskan bahwa inovasi manajemen memiliki peran penting dalam mendorong perubahan sistem pendidikan tinggi menuju arah yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian. Institusi pendidikan juga harus mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, diperlukan penguatan sistem tata kelola yang mampu menghubungkan kebijakan kementerian dengan pelaksanaan program di lingkungan perguruan tinggi.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian Kemdiktisaintek adalah penyelarasan indikator serta target kinerja antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi.
Melalui pendekatan ini, setiap program yang dijalankan diharapkan memiliki sasaran yang jelas, dapat dievaluasi, dan memberikan hasil sesuai dengan prioritas pembangunan sektor pendidikan.
Kemdiktisaintek Terapkan Sistem Coupling untuk Sinkronisasi Kinerja
Dalam kesempatan tersebut, Badri turut menjelaskan penerapan sistem coupling sebagai salah satu strategi untuk memperkuat koordinasi dan keselarasan target kinerja.
Sistem ini menghubungkan kontrak kinerja pimpinan direktorat jenderal dengan rektor perguruan tinggi sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara terintegrasi.
Dengan mekanisme tersebut, berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada tingkat kampus dapat dikonsolidasikan dan menjadi bagian dari evaluasi kinerja di tingkat direktorat jenderal.
Penerapan sistem coupling diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan sekaligus memastikan setiap program memiliki kontribusi terhadap pencapaian target kementerian.
Selain itu, Kemdiktisaintek juga memanfaatkan dasbor kinerja sebagai sarana pemantauan perkembangan program dan pencapaian indikator yang telah ditetapkan.
Penggunaan teknologi berbasis data memungkinkan proses evaluasi dilakukan secara lebih sistematis. Hasil pemantauan tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan langkah perbaikan.
Peningkatan Kualitas Dosen Menjadi Perhatian
Selain memperkuat sistem manajemen, Kemdiktisaintek turut memberikan perhatian terhadap tantangan peningkatan mutu pendidikan tinggi, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu aspek penting yang disoroti adalah peningkatan kualifikasi akademik dosen, khususnya melalui pendidikan hingga jenjang doktor atau S3.
Peningkatan jumlah tenaga pengajar dengan kualifikasi doktor dinilai penting untuk memperkuat kapasitas akademik, meningkatkan kualitas penelitian, serta mendukung pengembangan inovasi di perguruan tinggi.
Di sisi lain, perluasan akses pendidikan tinggi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Perguruan Tinggi Didorong Berikan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kemdiktisaintek juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan kontribusi yang tidak terbatas pada bidang akademik.
Keberhasilan institusi pendidikan tinggi perlu dinilai melalui dampak yang diberikan kepada masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan penelitian, inovasi, serta program pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan dan tantangan pembangunan.
Melalui penguatan inovasi manajemen serta optimalisasi indikator kinerja utama, Kemdiktisaintek berupaya membangun tata kelola perguruan tinggi yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian hasil.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing pendidikan tinggi nasional sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia secara berkelanjutan.
![]()















