Banner Sidebar
Banner Sidebar

Minim Pendaftar, Sekolah Rakyat Ponorogo Kekurangan Siswa untuk Jenjang SD

Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Minim Pendaftar, Sekolah Rakyat Ponorogo Kekurangan Siswa untuk Jenjang SD Sebagai berikut:

Sekolah Rakyat Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur sampai saat ini masih kekurangan peserta didik, terutama untuk jenjang pendidikan dasar (SD), meski telah dilakukan perpanjangan proses penjaringan untuk tahun ajaran 2026/2027.

Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Ponorogo Kademin di Ponorogo, Senin, mengatakan, hingga awal Juni jumlah calon peserta didik SD yang telah menyatakan kesediaan mengikuti program tersebut baru mencapai 14 orang dari kebutuhan satu rombongan belajar sebanyak 30 siswa.

“Saat ini masih kurang 16 siswa untuk jenjang SD,” kata Kademin.

Sementara itu, jumlah pendaftar pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) telah melampaui kuota yang tersedia.

Data Tim PKH Ponorogo mencatat jumlah pendaftar SMA mencapai 45 orang, sedangkan SMP sebanyak 38 orang.

“Untuk SMP dan SMA pendaftarnya sudah melebihi kuota. Yang masih belum terpenuhi adalah jenjang SD,” ujarnya.

Menurut Kademin, pihaknya telah melakukan pendataan dan sosialisasi kepada keluarga penerima manfaat dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, sebagian orang tua masih mempertimbangkan kesiapan anak untuk mengikuti pendidikan berbasis asrama.

Selain itu, peserta didik angkatan pertama Sekolah Rakyat Ponorogo untuk sementara akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Madiun karena pembangunan fasilitas permanen di Ponorogo masih berlangsung.

“Banyak orang tua yang menanyakan terkait sistem asrama dan lokasi pembelajaran yang sementara berada di Madiun,” katanya.

Meski demikian, pihaknya optimistis jumlah peserta didik akan bertambah seiring berlanjutnya proses sosialisasi dan pendampingan kepada keluarga sasaran.

“Kami terus memberikan penjelasan kepada masyarakat agar kuota yang diberikan untuk Ponorogo dapat terpenuhi,” ujar Kademin.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Ponorogo Devit Tri Candrawati mengatakan pendaftaran peserta didik masih dibuka bagi keluarga sasaran yang memenuhi persyaratan program.

Menurut dia, kegiatan belajar mengajar tahun pertama akan dilaksanakan di Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun sambil menunggu pembangunan gedung dan asrama di Ponorogo selesai.

“Untuk sementara kegiatan belajar dilaksanakan di Madiun sampai fasilitas di Ponorogo siap digunakan,” katanya.

Devit menambahkan, seluruh peserta didik nantinya akan dipindahkan ke fasilitas permanen di Ponorogo setelah proses pembangunan selesai.

“Jika fasilitas sudah siap, kegiatan belajar mengajar akan dipusatkan di Ponorogo,” ujar Devit.

Demikian kami sampaikan informasi Minim Pendaftar, Sekolah Rakyat Ponorogo Kekurangan Siswa untuk Jenjang SD semoga bermanfaat.

Loading