Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru untuk Anak yang Putus Sekolah Sebagai berikut:
Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia menilai Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan memiliki tujuan penting untuk mencegah anak putus sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih masa depan. Setiap anak memiliki peluang yang sama selama mereka memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang,” kata Ketua Umum KNPS Indonesia, David Hamka dalam kegiatan diskusi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis.
David mengatakan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni peringatan Hardiknas, tetapi juga sebagai intervensi sosial berbasis edukasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, pendekatan motivasional memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan siswa.
“Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses pendidikan bagi siswa yang sebelumnya berisiko putus sekolah,” ucap dia.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari isu pembangunan manusia secara luas, termasuk kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, KNPS melihat pendidikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menekan berbagai persoalan sosial.
“Pendidikan yang baik akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup, termasuk kesadaran terhadap kesehatan. Ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam mencegah stunting di masa mendatang,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani menyoroti pentingnya membangun kepercayaan diri siswa sejak dini, terutama bagi mereka yang berasal dari lingkungan dengan keterbatasan ekonomi.
Rany menilai bahwa stigma sosial kerap menjadi hambatan psikologis yang tidak kalah besar dibanding keterbatasan materi.
“Jangan pernah merasa minder karena berasal dari Sekolah Rakyat. Masa depan tidak ditentukan oleh dari mana kita berasal, tetapi oleh seberapa besar usaha yang kita lakukan,” kata Rany Mauliani.
Rany menambahkan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki potensi yang sama untuk berkembang jika didukung oleh lingkungan yang tepat. Ia juga mengapresiasi kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan inspirasi secara langsung dari tokoh publik.
Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan inklusif harus terus diperkuat melalui kebijakan yang konkret dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan.
Mengusung tema “Mimpi Tanpa Batas: Nyalakan Api Belajar di Sekolah Rakyat”, acara tersebut diikuti 100 siswa yang tampak antusias sejak awal kegiatan.
Suasana berlangsung interaktif, dengan kombinasi penyampaian materi, dialog, hingga sesi tanya jawab yang melibatkan langsung para peserta.
Kehadiran unsur legislatif juga menunjukkan adanya perhatian terhadap pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan.
Demikian kami sampaikan informasi Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru untuk Anak yang Putus Sekolah semoga bermanfaat.
Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com
