Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Sekolah di Sutawangi Sempat Tolak MBG, Korda SPPG Majalengka Jelaskan Duduk Perkaranya Sebagai berikut:
Penolakan paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, disebut terjadi akibat kesalahpahaman terkait menu dan porsi makanan yang didistribusikan.
Koordinator SPPG Majalengka, Intan Diena Khoerunisa, menjelaskan berdasarkan laporan dari koordinator kecamatan memang sempat terjadi pengembalian sebagian paket makanan dari salah satu dapur SPPG di Desa Andir.
“Informasi dari koordinator kecamatan, kemarin memang ada sedikit permasalahan di salah satu SPPG di Andir. Ada pengembalian sekitar 50 porsi dari total 2.338 porsi yang didistribusikan,” kata Intan saat dihubungi, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, setelah berkomunikasi dengan kepala SPPG yang menyiapkan makanan tersebut, persoalan yang muncul lebih disebabkan oleh miskomunikasi mengenai kesamaan menu antara siswa kelas 1–3 dan kelas 4–6.
Menurutnya, pihak sekolah sempat menyampaikan bahwa menu yang diberikan kepada dua kelompok kelas tersebut sama sehingga muncul anggapan terjadi pengurangan hak bagi siswa kelas 4–6.
“Sepertinya memang lebih ke miss komunikasi karena ada penyampaian dari pihak sekolah yang menyatakan kesamaan menu antara kelas 1–3 dan 4–6, lalu disimpulkan ada pengurangan hak untuk kelas 4–6,” ujarnya.
Padahal, lanjut Intan, kondisi tersebut terjadi karena dapur SPPG pada hari itu mampu memproduksi hampir seluruh menu secara mandiri tanpa melibatkan pemasok dari luar.
Dengan produksi internal tersebut, biaya bahan makanan menjadi lebih terkendali sehingga memungkinkan adanya penambahan item makanan bagi siswa kelas bawah.
“Justru pada hari itu pihak SPPG memberikan lebih kepada kelas 1–3 karena hampir semua item diproduksi langsung di dapur SPPG, bukan dari pihak luar atau UMKM. Jadi harga lebih terkontrol dan memungkinkan menambah item untuk kelas bawah yang nominal porsinya Rp8 ribu,” jelasnya.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pihak SPPG berencana melakukan mediasi dengan pihak sekolah guna memberikan penjelasan lebih rinci terkait komposisi gizi serta perhitungan harga dari menu yang dibagikan.
“Informasinya akan dilaksanakan mediasi dan penjelasan kepada pihak sekolah mengenai gizi dan harga dari menu yang didistribusikan oleh SPPG, sekaligus komitmen untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas,” kata Intan.
Ia menambahkan, apabila pihak sekolah merasa keberatan menerima paket MBG selama bulan Ramadan, pihak SPPG tidak akan memaksakan distribusi makanan.
“Jika pihak sekolah memang keberatan dengan pemberian selama Ramadan, pihak SPPG tidak memaksakan. Nanti ada surat pernyataan yang harus dibuat sehingga produksi bisa menyesuaikan dengan jumlah porsi terbaru,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, hari Selasa (03/03/2026) BGN telah merilis sebanyak 43 SPPG resmi ditutup operasionalnya, 7 lokasi diantaranya berada di Jawa Barat.
Penutupan ini dilakukan setelah proses verifikasi lapangan, pemeriksaan dokumen, serta evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan operasional.
Demikian kami sampaikan informasi Sekolah di Sutawangi Sempat Tolak MBG, Korda SPPG Majalengka Jelaskan Duduk Perkaranya semoga bermanfaat.
Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com
