Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Sekolah Lansia Jadi Wadah Lansia Berkarya, BKKBN Jateng Beri Apresiasi Sebagai berikut:
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Lansia menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat hidup di kalangan lanjut usia.
Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Brigjen Pol Hery Wiyanto dalam pernyataan di Semarang, Selasa, mengatakan bahwa Sekolah Lansia bukan hanya tempat menambah pengetahuan.
“Tetapi juga ruang untuk menumbuhkan semangat hidup, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan bahwa menjadi lansia bukan berarti berhenti, tapi justru saatnya untuk berbagi pengalaman dan menjadi inspirasi,” katanya.
Dia mengatakan hal tersebut saat wisuda Sekolah Lansia di Kabupaten Sragen yang merupakan wisuda pertama Sekolah Lansia di Jateng pada tahun ini.
Ia mengapresiasi semangat para siswa Sekolah Lansia yang tidak redup meski usia telah lanjut.
“Hari ini adalah hari yang istimewa, hari yang menandai keberhasilan, kegigihan, dan semangat luar biasa dari para peserta Sekolah Lansia di Kabupaten Sragen,” katanya.
Menurut dia, masa lanjut usia salah satu tahapan dalam siklus hidup manusia yang tetap perlu diperhatikan kualitasnya
Oleh karena itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memiliki mandat strategis dalam mewujudkan pembangunan keluarga Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.
Salah satu sasaran penting dalam pembangunan keluarga tersebut, peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan bagi warga lanjut usia.
“Saya percaya, Bapak Ibu semua akan mampu menjadikan keluarganya harmonis, menjadi sahabat bagi anak-anak, dan guru kehidupan bagi generasi muda. Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi lansia bahagia itu pilihan,” katanya.
Wisuda Sekolah Lansia diikuti 113 lansia yang menjadi siswa, dengan prosesi dipimpin langsung Bupati Sragen Sigit Pamungkas, didampingi Ketua TP PKK Linda Sigit Pamungkas.
Bupati Sigit menyampaikan apresiasi pelaksanaan wisuda Sekolah Lansia dengan prakarsa mandiri para siswa.
Ia menyampaikan produktivitas yang diharapkan dari para lansia secara terukur, sebab kesehatan hal penting untuk dijaga bagi para lansia.
“Nah, ini tetap produktif. Tentu produktifnya berbeda dengan sebelum lansia. Produktif dengan batas-batasnya. Tapi yang penting dari lansia itu, bapak, ibu sekalian, adalah sehat,” katanya.
Ia juga menyoroti tentang periode bonus demografi di Kabupaten Sragen yang sebentar lagi akan mencapai puncak dan berangsur berlalu, dengan meninggalkan warga usia tua yang semakin bertambah.
“Bonus demografi di Kabupaten Sragen akan berhenti di tahun 2032. Jadi jumlah orang muda yang produktif di tahun 2032 itu sudah akan berhenti. Nanti akan ganti banyak orang yang sepuh,” katanya.
Demikian kami sampaikan informasi Sekolah Lansia Jadi Wadah Lansia Berkarya, BKKBN Jateng Beri Apresiasi semoga bermanfaat.
Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com
